
{"id":1504,"date":"2019-07-11T13:34:19","date_gmt":"2019-07-11T13:34:19","guid":{"rendered":"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/?p=1504"},"modified":"2019-07-11T15:54:59","modified_gmt":"2019-07-11T15:54:59","slug":"tentang-stroke","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/tentang-stroke\/","title":{"rendered":"Tentang Stroke"},"content":{"rendered":"<div class=\"bt_bb_wrapper\"><p><strong>STROKE<\/strong><\/p>\n<p><strong>Definisi <\/strong><\/p>\n<p>Stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain selain vaskuler<\/p>\n<p><strong>Menurut WHO <\/strong><\/p>\n<p>Stroke (<em>serebrovascular disease) <\/em>adalah kematian jaringan otak (<em>infark serebral)<\/em> yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak<\/p>\n<p><strong>Penyebab kematian no.3 di Indonesia maupun di dunia <\/strong><\/p>\n<p><strong>Secara Klinis Stroke Dibagi <\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>TIA (Trenssient Ischemic Attack) : Gejala dan tanda hilang dalam waktu beberapa detik sampai dengan 24 jam. Difisit neurologis dapat berupa hemiparise, monoparise, gangguan penglihatan, sulit bicara.<\/li>\n<li>RIND (Reversible Ischemic Neurological Deficit ) : Tanda dan gejala hilang dalam beberapa hari dampa dengan minggu.<\/li>\n<li>Stroke in evolution atau progressive Stroke : penurunan neurologis bersifat fluktuatif, progresif kearah jelek, biasanya disertai penyakit penyerta (DM, Gangguan fungsi jantung, gangguan fungsi ginjal, dll)<\/li>\n<li>Completed Stroke (Stroke Komplit) : penurunan neurologis bersifat permanen<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>STROKE HAEMMORHAGIC<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Stroke yang disebabkan karena adanya pembuluh darah dalam otak yang pecah hingga darah keluar dari pembuluh darah tersebut dipaksakan masuk ke dalam jaringan otak, kemudian merusak sel-sel otak didaerah tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Stroke hemorragik dibagi 2 :<\/p>\n<ol>\n<li>Perdarahan intraserebrum<br \/>\ntanda dan gejala :<\/p>\n<ul>\n<li>hemiparesis, hemiplagia, hemianestesia.<\/li>\n<li>gangguan kognitif<\/li>\n<li>cadel<\/li>\n<li>penurunan kesadaran<\/li>\n<li>sakit kepala<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Perdarahan subrakhnoid<br \/>\ndisebabkan oleh suatu aneurisma vaskuler dan trauma kepala.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>STROKE ISKEMIK<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Stroke yang disebabkan adanya hambatan atau sumbatan pada pembuluh darah otak tertentu sehingga daerah otak yang dialiri oleh pembuluh darah tidak mendapat pasokan energi dan oksigen, akhirnya jaringan sel otak di daerah tersebut mati dan tidak berfungsi lagi<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Yuk Kenali Gejala Penyakit Sroke \u263a<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Hemiplagia (kelumpuhan lengan atau tungkai pada salah satu sisi tubuh)<\/li>\n<li>Gangguan pendengaran<\/li>\n<li>Gangguan penglihatan (diplopia)<\/li>\n<li>Bicara cadel (disartria)<\/li>\n<li>Inkontinensi kandung kemih<\/li>\n<li>Gerakan tubuh terganggu dan pingsan<\/li>\n<li>Koma<\/li>\n<li>Kadang-kadang disertai oleh ketidakmampuan mengendalikan emosi<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong><br \/>\nCara Mencegah Terjadinya Stroke <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Konsumsi buah dan sayur<\/li>\n<li>Hindari makanan dalam kemasan atau kaleng<\/li>\n<li>Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi, misalnya usus, ati ampela, kulit, kikil<\/li>\n<li>Olahraga teratur dan beraktivitas fisik, misalnya jalan pagi 3x seminggu (per 30 menit)<\/li>\n<li>Konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" width=\"225\" height=\"300\" class=\"wp-image-1684\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/https-www-qualitydigest-com-iqedit-images-articl.jpeg\" alt=\"https:\/\/www.qualitydigest.com\/IQedit\/Images\/Articles_and_Columns\/2016\/May_2016\/Ambulance\/1.jpg\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" width=\"2404\" height=\"1340\" class=\"wp-image-1685\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/image-result-for-stroke-di-indonesia.png\" alt=\"Image result for stroke di indonesia\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/image-result-for-stroke-di-indonesia.png 2404w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/image-result-for-stroke-di-indonesia-320x178.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/image-result-for-stroke-di-indonesia-768x428.png 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/image-result-for-stroke-di-indonesia-1200x669.png 1200w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/image-result-for-stroke-di-indonesia-540x301.png 540w\" sizes=\"(max-width: 2404px) 100vw, 2404px\" \/><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>STROKE Definisi Stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain selain vaskuler Menurut WHO Stroke (serebrovascular disease) adalah kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otakLeer M\u00e1s<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1505,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33,37],"tags":[55,54],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1504"}],"collection":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1504"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1688,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1504\/revisions\/1688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}