
{"id":1514,"date":"2019-07-11T13:52:24","date_gmt":"2019-07-11T13:52:24","guid":{"rendered":"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/?p=1514"},"modified":"2019-07-11T13:57:31","modified_gmt":"2019-07-11T13:57:31","slug":"apa-itu-kanker-serviks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/apa-itu-kanker-serviks\/","title":{"rendered":"Apa itu kanker serviks"},"content":{"rendered":"<div class=\"bt_bb_wrapper\"><p><span style=\"font-weight: 400;\"><b>Hai Gaes, ada yang sudah pernah dengar tentang kanker serviks? Apa sih kanker serviks itu?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">infeksi menular seksual<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling mematikan pada wanita, selain kanker payudara.<\/span><\/p>\n<p><b>Penyakit kanker serviks itu ada tahapannya lho gaes<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahap atau tahapan digunakan untuk menjelaskan tingkat penyebaran kanker. Semakin tinggi tahapan kanker, maka semakin luas penyebarannya. Berikut ini adalah tahapan kanker serviks berdasarkan penyebarannya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan 1<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sel kanker tumbuh di permukaan leher rahim, tetapi belum menyebar ke luar rahim.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0Tahapan 2<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kanker sudah menyebar ke rahim, namun belum menyebar hingga ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran kanker bervariasi, bahkan bisa lebih dari 4 cm.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan 3<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, serta menekan saluran kemih dan menyebabkan\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hidronefrosis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat kemungkinan kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, namun belum menyerang organ di sekitarnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan 4<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kanker telah menyebar ke organ lain, seperti kandung kemih, hati, paru-paru, usus, atau tulang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah kalian?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian mengungkapkan bahwa angka harapan hidup pada penderita kanker serviks tergantung tahapan yang dialami. Meskipun demikian, angka harapan hidup hanya hitungan persentase penderita yang masih hidup, lima tahun setelah didiagnosis menderita kanker serviks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, angka harapan hidup 80% berarti 80 dari 100 penderita bertahan hidup 5 tahun setelah terdiagnosis kanker serviks. Perlu diketahui, banyak penderita yang hidup lebih dari 5 tahun setelah didiagnosis kanker serviks. Berikut adalah angka harapan hidup pada penderita kanker serviks berdasarkan tahapan yang dialami:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan 1 \u2013 80-93%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan 2 \u2013 58-63%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan 3 \u2013 32-35%<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan 4 \u2013 15-16%<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><b>Penyebab<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau disingkat HPV. Ada lebih dari seratus jenis HPV, tapi sejauh ini hanya ada kira-kira 13 jenis virus yang bisa jadi penyebab kanker serviks. Virus ini sering ditularkan melalui hubungan seksual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jenis HPV tidak menyebabkan gejala sama sekali. Namun, sebagian jenis bisa menyebabkan kutil pada kelamin, dan beberapa bisa jadi penyebab kanker serviks. Hanya dokter yang bisa mendiagnosis dan memastikan seberapa bahaya jenis HPV yang Kamu alami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis infeksi HPV ini tidak menyebabkan gejala apa pun, sehingga banyak wanita tidak menyadari mereka memiliki infeksi. Faktanya, kebanyakan wanita dewasa sebenarnya pernah menjadi \u201ctuan rumah\u201d HPV pada saat tertentu dalam hidup mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">HPV dapat dengan mudah ditemukan melalui tes pap smear. Inilah mengapa tes pap smear sangat penting untuk mencegah kanker serviks. Tes pap smear mampu mendeteksi perbedaan pada sel serviks sebelum berubah menjadi kanker. Jika Kamu menangani perubahan sel tersebut, Kamu dapat melindungi diri dari kanker leher rahim.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Bagaimana cara mendiagnosis\u00a0kanker serviks (kanker leher rahim)?<\/b><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Papsmear<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Iva Test<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_1520\" aria-describedby=\"caption-attachment-1520\" style=\"width: 493px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1520\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screenshot-from-2019-07-11-20-45-59-320x268.png\" alt=\"\" width=\"493\" height=\"413\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screenshot-from-2019-07-11-20-45-59-320x268.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screenshot-from-2019-07-11-20-45-59-540x453.png 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screenshot-from-2019-07-11-20-45-59.png 675w\" sizes=\"(max-width: 493px) 100vw, 493px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1520\" class=\"wp-caption-text\">Penyebab kematian terbanyak penyakit kanker<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>Apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker rahim?<\/b><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Operasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tindakan ini akan mengangkat bagian yang terinfeksi kanker.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Radical trachelectomy \u2013 serviks, jaringan sekitar dan bagian atas vagina diangkat, \u00a0namun rahim tetap pada tempatnya sehingga Kamu masih bisa punya anak. Karena itulah tindakan bedah ini biasanya jadi prioritas untuk wanita yang memiliki kanker serviks tahap awal dan masih mau punya anak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Histerektomi \u2013 serviks dan rahim diangkat, tergantung pada tahap kanker, mungkin diperlukan untuk mengangkat indung telur dan tuba falopi. Kamu sudah tidak bisa memiliki anak lagi jika Kamu melakukan histerektomi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pelvic exenteration \u2013 operasi besar di mana serviks, vagina, rahim, kemih, indung telur, tuba falopi dan rektum diangkat. Seperti histerektomi, Kamu sudah tidak bisa punya anak lagi setelah menjalani pembedahan ini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li><b> Radioterapi<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap awal kanker serviks, Kamu dapat ditangani dengan radioterapi atau dikombinasikan dengan operasi. Kemudian, apabila kanker sudah pada tahap lanjut, dokter dapat merekomendasi radioterapi dengan kemoterapi untuk mengurangi perdarahan dan rasa sakit pada pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada prosedur ini, tubuh Kamu dipaparkan dengan radiasi. Sumber radiasi dapat berasal dari eksternal, dengan mesin yang memancarkan radiasi pada tubuh Kamu, atau secara internal. Dengan metode internal, sebuah implan akan dipasang ke dalam tubuh Kamu untuk memberi radiasi. Ada beberapa kasus di mana 2 metode ini dikombinasikan. Rangkaian radioterapi biasanya berlangsung selama 5 hingga 8 minggu.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b> Kemoterapi<\/b><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemoterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan radioterapi untuk menangani kanker serviks. Pada kanker tahap lanjut, metode ini sering digunakan untuk mencegah pertumbuhan kanker. Kamu akan membuat janji untuk mendapatkan dosis kemoterapi melalui infus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua penanganan kanker serviks dapat memiliki efek samping. Kamu harus mendiskusikannya terlebih dahulu dengan dokter. Kamu mungkin akan mengalami menopause dini, penyempitan pada vagina, atau\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">limfedema<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0setelah menjalani perawatan kanker leher rahim.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: center;\"><b>Pencegahan<\/b><\/h3>\n<p><b>Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks (kanker leher rahim)?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu Kamu mencegah kanker serviks terjadi pada Kamu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbicara dengan keluarga, teman-teman atau konselor dapat membantu. Kamu juga dapat menanyakan dokter mengenai komunitas penyintas (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">survivor<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan pengidap kanker serviks.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tes pap smear adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks atau HPV pada serviks. Penting untuk melakukan\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">follow up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dengan dokter setelah hasil tes pap smear yang abnormal agar Kamu dapat mendapatkan perawatan dengan tepat waktu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Kamu berusia di bawah 26 tahun, Kamu dapat mendapatkan\u00a0<\/span><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/pusat-kesehatan\/kanker-serviks\/kenapa-semua-wanita-dan-anak-anak-perlu-vaksin-hpv\"><span style=\"font-weight: 400;\">vaksin HPV<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat melindungi dari 2 jenis HPV 16 dan HPV 18, jenis HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari terinfeksi HPV dengan melakukan hubungan seks yang aman, dengan menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencegah kanker berkembang ke tahap tahapan yang lebih serius, Kamu perlu menjalani gaya hidup sehat. Misalnya dengan menjaga pola makan bernutrisi seimbang, rajin berolahraga sesuai dengan kemampuan dan saran dokter, istirahat yang cukup, mengelola stres, berhenti merokok dan minum alkohol, serta mengurangi paparan zat berbahaya misalnya dari polusi, pestisida, dan makanan kemasan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\">\n<figure id=\"attachment_1519\" aria-describedby=\"caption-attachment-1519\" style=\"width: 585px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1519\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screenshot-from-2019-07-11-20-53-31-320x281.png\" alt=\"\" width=\"585\" height=\"514\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screenshot-from-2019-07-11-20-53-31-320x281.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screenshot-from-2019-07-11-20-53-31-540x475.png 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screenshot-from-2019-07-11-20-53-31.png 606w\" sizes=\"(max-width: 585px) 100vw, 585px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1519\" class=\"wp-caption-text\">Pengenalan penyakit kanker serviks<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai Gaes, ada yang sudah pernah dengar tentang kanker serviks? Apa sih kanker serviks itu? Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Dalam banyak kasus, kanker serviks terkait dengan\u00a0infeksi menular seksual. Kanker serviks adalahLeer M\u00e1s<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33,48],"tags":[56,57,58],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514"}],"collection":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1514"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1523,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1514\/revisions\/1523"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}