
{"id":1538,"date":"2019-07-11T14:09:04","date_gmt":"2019-07-11T14:09:04","guid":{"rendered":"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/?p=1538"},"modified":"2019-07-11T14:09:04","modified_gmt":"2019-07-11T14:09:04","slug":"diabetes-melitus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/diabetes-melitus\/","title":{"rendered":"Diabetes Melitus"},"content":{"rendered":"<div class=\"bt_bb_wrapper\"><p>Definisi<\/p>\n<p><strong>Diabetes melitus<\/strong>,\u00a0<strong>DM<\/strong> yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah\u00a0<strong>penyakit kencing manis<\/strong>\u00a0adalah\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Kelainan_metabolik&amp;action=edit&amp;redlink=1\">kelainan metabolik<\/a>\u00a0yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Insulin\">insulin<\/a> atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance).<\/p>\n<p><strong>Gejala Diabetes meliputi<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Poliuri (peningkatan frekuensi buang air kecil karena kelebihan produksi air seni)<\/li>\n<li>Polidipsi (rasa haus berlebihan)<\/li>\n<li>Polifagi(merasa lapar berlebihan)<\/li>\n<li>Berat badan menurun<\/li>\n<li>Lemah<\/li>\n<li>Kesemutan<\/li>\n<li>Luka\/ bisul tak sembuh sembuh<\/li>\n<\/ul>\n<h2><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"667\" class=\"wp-image-1540\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/type-2-diabetes-signs-and-symptoms-of-gestationa.jpeg\" alt=\"Type 2 Diabetes - Signs and Symptoms of Gestational Diabetes Mellitus\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/type-2-diabetes-signs-and-symptoms-of-gestationa.jpeg 1000w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/type-2-diabetes-signs-and-symptoms-of-gestationa-320x213.jpeg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/type-2-diabetes-signs-and-symptoms-of-gestationa-768x512.jpeg 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/type-2-diabetes-signs-and-symptoms-of-gestationa-540x360.jpeg 540w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/h2>\n<h2><img loading=\"lazy\" width=\"1000\" height=\"780\" class=\"wp-image-1541\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/https-cdn4-vectorstock-com-i-1000x1000-28-18-dia.jpeg\" alt=\"https:\/\/cdn4.vectorstock.com\/i\/1000x1000\/28\/18\/diabetes-mellitus-type-2-vector-6442818.jpg\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/https-cdn4-vectorstock-com-i-1000x1000-28-18-dia.jpeg 1000w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/https-cdn4-vectorstock-com-i-1000x1000-28-18-dia-320x250.jpeg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/https-cdn4-vectorstock-com-i-1000x1000-28-18-dia-768x599.jpeg 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/https-cdn4-vectorstock-com-i-1000x1000-28-18-dia-540x421.jpeg 540w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/h2>\n<h2>DM tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikendalikan lho gaes!!<\/h2>\n<p>Langkah penting pertama dalam mengendalikan penyakit diabete melitus adalah menentukan kadar gula darah yang ingin dicapai. Tujuannya adalah untuk mencegah komplikasi DM seperti gangguan jantung, stroke, ginjal, kaki diabetes, gangguan mata,<\/p>\n<p>Untuk mengendalikan gula darah tidak hanya dengan obat \u2013 obatan. Ada juga lho factor lain yang dapat mempengaruhi, dan membantu tingkat gula darah yang diinginkan itu yaitu\u00a0makanan yang dikonsumsi, jumlahnya, jenisnya, bagaimana mengkonsumsinya, aktifitas sehari-hari yang dilakukan, bahkan pengetahuan dasar seseorang tentang diabetes itu juga sangat berperan.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana sih caranya agar kita tidak menderita diabetes mellitus??<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pola Makan Sehat<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><a id=\"post-1538-_gjdgxs\"><\/a> Penderita diabetes pada dasarnya makannya sama saja dengan orang normal. Tidak ada makanan yang mutlak dilarang, hanya saja barangkali beberapa makanan dikonsumsi lebih sedikit. Bahkan gula boleh saja dikonsumsi, kalau hanya untuk teman minum teh pagi hari. Prinsip makan yang sehat : konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat secara teratur\u2013 makan dalam jumlah kecil, tetapi lebih sering membantu mencegah fluktuasi gula darah yang tinggi, konsumsilah makananan yang tinggi serat\u2013sayuran dan buah-buahan lebih sering, 5 porsi dalam sehari\u2013, kurangi lemak, daging merah boleh saja, tapi dalam jumlah moderat, batasi gula tambahan\/makanan yang banyak mengandung gula, kurangi asupan garam, dan bila anda mengkonsumsi alkohol, batasi sesuai dengan yang direkomendasikan.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Aktifitas Fisik<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Seperti pola makan yang sehat, aktifitas fisik, olahraga juga sangat menentukan regulasi gula darah. Olahraga dapat membantu menurunkan gula darah secara alami akibat meningkatnya sensitifitas insulin, kebutuhan kalori yang meningkat, bertambahnya massa otot. Olahraga juga dapat mengendalikan penyakit lainnya, seperti hipertensi, hiperlipidemi, obesitas, stress. Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga memperbaiki gangguan toleransi glukosa, menurunkan gula darah, mengurangi kebutuhan obat-obatan.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Obat-Obatan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Obat-obatan, makan yang sehat, olahraga harus beriringan dalam pengelolaan DM. Keteraturan penggunaan obat-obatan, termasuk Insulin sangat penting dalam mengelola DM. Obat-obatan mempunyai masa kerja tertentu, sehingga keteraturan dalam mengkonsumsinya juga mempengaruhi fluktuasi gula darah.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Edukasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Penderita maupun keluarga yang memahami \u00a0tentang bagaimana penyakit ini berkembang, tahu faktor resikonya, menyadari kemungkinan komplikasi yang mengancamnya, tentunya akan menjadi lebih waspada. Seorang pasien yang paham bagaimana obat berkerja, mengerti efek sampingnya, tentu saja akan lebih siap melakukan sesuatu bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemungkinan komplikasi kejadian hipoglikemi yang dapat mengancam nyawa pasien, akan mudah diatasi bagi pasien yang menyadari gejala dan tahu tindakan yang harus dilakukan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Definisi Diabetes melitus,\u00a0DM yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah\u00a0penyakit kencing manis\u00a0adalah\u00a0kelainan metabolik\u00a0yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya\u00a0insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance). Gejala Diabetes meliputi Poliuri (peningkatan frekuensi buang air kecil karena kelebihan produksi air seni) Polidipsi (rasa haus berlebihan) Polifagi(merasa lapar berlebihan) Berat badan menurun Lemah Kesemutan Luka\/ bisulLeer M\u00e1s<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1542,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33,37],"tags":[59,60],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1538"}],"collection":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1538"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1538\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1543,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1538\/revisions\/1543"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}