
{"id":2053,"date":"2020-02-18T08:08:07","date_gmt":"2020-02-18T01:08:07","guid":{"rendered":"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/?p=2053"},"modified":"2020-02-21T16:29:36","modified_gmt":"2020-02-21T09:29:36","slug":"mitos-vs-fakta-seputar-kesehatan-gigi-dan-mulut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/mitos-vs-fakta-seputar-kesehatan-gigi-dan-mulut\/","title":{"rendered":"Mitos vs Fakta Seputar Kesehatan Gigi dan Mulut"},"content":{"rendered":"<div class=\"bt_bb_wrapper\"><p>Gaes, apakah kalian termasuk dari salah satu orang yang takut untuk melakukan perawatan ke dokter gigi? Atau mungkin kalian memiliki anggapan bahwa hanya perlu ke dokter gigi disaat sedang mengalami keluhan pada gigi dan mulut? Gaes, mulai sekarang ubah pola pikir seperti itu ya, dan mulai menumbuhkan kesadaran untuk peduli kesehatan gigi dan mulut ya, berikut kami paparkan Mitos vs Fakta Seputar Kesehatan Gigi dan Mulut yang bisa kalian pahami agar tidak takut lagi untuk datang ke dokter gigi.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mitos : Cabut gigi atas bisa menyebabkan kebutaan?<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Fakta : Cabut gigi atas tidak menyebabkan kebutaan, karena syaraf yang mempersyarafi gigi atas berbeda dengan syaraf mata. Namun, jIka seseorang sakit gigi, penjalaran infeksinya memang bisa mencapai pipi hingga mata.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-2055 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi.jpg\" alt=\"\" width=\"201\" height=\"234\" \/><\/p>\n<p>Seperti yang terlihat, garis yang berwarna merah adalah syaraf yang mempersyarafi mata, sedangkan garis yang berwarna hijau, syaraf yang mempersyarafi gigi atas.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Mitos : Sakit gigi dapat sembuh dengan hanya minum obat penghilang nyeri?<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Fakta : Obat penghilang nyeri \/ Pain Killer hanya membantu menghilangkan rasa sakit sementara, namun infeksi bakteri pada gigi tetap ada dan rasa sakit akan muncul lagi sehingga jika sakit gigi harus segera ke dokter gigi yaa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2056 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi2-320x180.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi2-320x180.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi2-540x303.jpg 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi2.jpg 739w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Mitos : Bila seseorang sakit gigi lebih baik dicabut daripada ditambal, toh setelah ditambal bisa sakit lagi.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Fakta : Pencabutan gigi adalah alternatif terakhir bila perawatan lain sudah tidak mungkin dilakukan. Jadi, kalau gigi masih bisa ditambal kenapa harus dicabut?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2057 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi3-320x201.png\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"201\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi3-320x201.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi3.png 378w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Proses gigi berlubang melalui beberapa tahap. Bagaimana proses gigi berlubang\/ karies gigi?\u00a0 Bakteri\/kuman-kuman yang ada didalam\u00a0<a href=\"https:\/\/www.dictio.id\/t\/apa-yang-dimaksud-dengan-plak-gigi\/14726\">plak<\/a>\u00a0bersama sisa makanan akan bereaksi menghasilkan asam dan racun, asam yang dihasilkan kuman akan menyebabkan kerusakan jaringan gigi sedangkan racunnya akan menyebabkan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.dictio.id\/t\/apa-yang-dimaksud-dengan-radang-gusi-atau-gingivitis\/14664\">radang gusi<\/a>.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Mitos : Gigi tidak perlu dicabut dan boleh dibiarkan saja bila yang tersisa akarnya saja, toh tidak ada keluhan yang dirasakan.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Fakta : Apabila gigi berlubang dibiarkan dan tidak dirawat, lama kelamaan gigi tersebut dapat patah dan akhirnya tinggal akarnya saja. Akar gigi tersebut merupakan sumber infeksi yang bisa menyebabkan gangguan penyakit lainnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2058 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi4-320x320.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi4-320x320.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi4-160x160.jpg 160w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi4.jpg 484w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Mitos : Pencabutan gigi tidak boleh dilakukan saat wanita sedang menstruasi.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Fakta : Pencabutan gigi sebaiknya ditunda saat wanita sedang menstruasi. Perubahan hormonal dialamin wanita turut mempengaruhi keadaan di rongga mulut. Saat menstruasi, terjadi perubahan hormonal yaitu peningkatan kadar estrogen dan progesteron yang dapat menyebabkan gusi terjadi peradangan. Namun, pencabutan gigi dapat dilakukan saat wanita menstruasi di hari terakhir siklus menstruasi, dimana kadar estrogen lebih rendah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2059 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi5-320x214.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi5-320x214.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi5.jpg 538w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Mitos : Pencabutan gigi tidak boleh dilakukan saat sedang hamil?<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Fakta : Pencabutan pada ibu hamil pada dasarnya tidak berbahaya selama si Ibu tidak\u00a0mengejan dan merespon berlebihan saat gigi dicabut karena khawatir memicu kontraksi dan bayi akan lahir premature.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2060 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi6-320x180.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi6-320x180.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi6-540x303.jpg 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi6.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Jadi Sebaiknya, pada ibu hamil yang paling aman pada trimester kedua kehamilan (usia kandungan 4-6 bulan), ibu hamil berada dalam kondisi yang baik dan stabil secara emosional. Perawatan yang dapat dilakukan adalah pembersihan karang gigi (<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/cari-rumah-sakit\/gigi-dan-mulut\/scaling-gigi\"><em>scaling<\/em>\u00a0gigi<\/a>) dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/cari-rumah-sakit\/gigi-dan-mulut\/tambal-gigi\">tambal gigi<\/a>. Pencabutan gigi yang menggunakan bius lokal bisa dilakukan, namun perlu persetujuan dokter kandungan terlebih dahulu.<\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong>Mitos : Bila gigi anak berlubang tidak perlu ditambal karena nantinya akan digantikan gigi tetap \/ gigi permanen?<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Fakta : Gigi anak yang berlubang tetap harus ditambal, karena akan menyebabkan infeksi menjalar ke jaringan pendukung gigi. Hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang gigi tetap\/ gigi permanen. Selain itu, adanya karies\/ gigi berlubang dapat menyebabkan anak kurang nafsu makan sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2061 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi7-320x180.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi7-320x180.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Gigi7.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gaes, apakah kalian termasuk dari salah satu orang yang takut untuk melakukan perawatan ke dokter gigi? Atau mungkin kalian memiliki anggapan bahwa hanya perlu ke dokter gigi disaat sedang mengalami keluhan pada gigi dan mulut? Gaes, mulai sekarang ubah pola pikir seperti itu ya, dan mulai menumbuhkan kesadaran untuk peduli kesehatan gigi dan mulut ya,Leer M\u00e1s<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2062,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33,47],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2053"}],"collection":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2053"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2066,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2053\/revisions\/2066"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2062"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}