
{"id":2129,"date":"2020-04-24T14:54:08","date_gmt":"2020-04-24T07:54:08","guid":{"rendered":"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/?p=2129"},"modified":"2020-04-24T14:54:08","modified_gmt":"2020-04-24T07:54:08","slug":"pola-makan-sehat-selama-ramadhan-di-tengah-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/pola-makan-sehat-selama-ramadhan-di-tengah-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"Pola Makan Sehat Selama Ramadhan di tengah Pandemi COVID-19"},"content":{"rendered":"<div class=\"bt_bb_wrapper\"><p>Hai Gaes, apa kabarnya? Sudah memasuki bulan suci Ramadhan nih, di tengah situasi pandemi ini semoga kalian tetap sehat yaa.<\/p>\n<p>Ramadhan kali ini memang terasa berbeda ya gaes, karena adanya COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Tetapi kondisi ini jangan menyurutkan niat kita ya gaes untuk menyambut datangnya Ramadhan dengan suka cita. Yukk lakukan perilaku hidup bersih dan sehat selama berpuasa. Ramadhan kali ini kita berbuka dan sahur di rumah aja bersama keluarga ya.<\/p>\n<p>Nah bagaimana sih asupan makan kita selama bulan puasa dan ditengan situasi pandemic ini ? Yuk kita simak tipsnya yaa..<\/p>\n<p>Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan aman dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan resiko penyakit kronis dan penyakit infeksi.<\/p>\n<ol>\n<li>Apasih makanan dengan gizi seimbang ??<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2127 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/1-320x213.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/1-320x213.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/1-540x359.jpg 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/1.jpg 621w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Secara umum, pengertian gizi seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan kebutuhan gizi ini juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal guna mencegah masalah gizi. Gizi seimbang terdiri dari asupan yang cukup secara kuantitas, cukup secara kualitas, dan mengandung berbagai zat gizi seperti karbohidrat atau makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur dan buah-buahan yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Konsumsi Makanan Segar\/ Tidak diawetkan<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2126 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/2-320x239.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"239\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/2-320x239.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/2-768x574.jpg 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/2-540x405.jpg 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/2-640x480.jpg 640w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/2.jpg 869w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Nah disaat kondisi pandemic ini untuk kalian mengutamakan makanan segar yaaa, makanan segar itu sendiri artinya makanan yang belum dimasak atau di proses yaa.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Minumlah Air yang cukup saat sahur dan buka puasa.<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2125 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/3-320x133.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"133\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/3-320x133.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/3-540x224.jpg 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/3.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Meski puasa tubuh tetap butuh 2 liter cairan yang setara dengan 8 gelas\/hari. Nah kalian bisa membagi nya nih gaes misalnya 2 gelas saat sahur,\u00a0 2 gelas saat buka puasa dan 4 gelas di malam hari.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Hindari konsumsi lemak dan minyak berlebih<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2124 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/4-320x180.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/4-320x180.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/4-540x303.jpg 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/4.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Makanan tinggi lemak biasanya juga tinggi kalori, karena satu gram lemak setara dengan 9 kalori. Jadi, satu sendok teh minyak gorengan dapat diperkirakan menyumbang sekitar 45 kalori. Jika Anda rutin mengonsumsi makanan yang digoreng, bukan tidak mungkin lama kelamaan berat badan Anda akan bertambah, dan juga meningkatkan resiko penyakit jantung, kolesterol juga obesitas.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Hindari konsumsi gula dan garam berlebih<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2123 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5-320x180.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"180\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5-320x180.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5-540x304.jpg 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5.jpg 553w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Pasti kalian sudah tahu kalau terlalu banyak mengonsumsi garam bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, seperti stroke, jantung, gangguan ginjal, dan hipertensi. Nah agar tidak terkena penyakit-penyakit berbahaya tersebut, butuh berapa banyak garam tubuh kita per hari sebenarnya?<\/p>\n<p>Berdasarkan rekomendasi nutrisi dari Health Canada, tubuh kita cuma membutuhkan 115 miligram sodium per hari untuk hidup sehat. Sebagai perbandingannya<strong>, 1 sendok teh garam mengandung 2.000 miligram sodium.<\/strong><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li>Tips Olahraga saat puasa<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2122 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/6-320x240.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"240\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/6-320x240.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/6.jpg 484w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Di tengah pandemi corona, penting untuk menjaga kebugaran tubuh meski sedang berpuasa. Meski sedang melakukan ibadah puasa, Anda masih bisa berolahraga. Selain menyehatkan, olahraga juga bisa menambah daya tahan tubuh. Berolahraga selama 30 menit di sore hari sekitar 60-90 menit dari waktu berbuka agar tidak terjadi\u00a0 dehidrasi yang berlebih. Lakukan olahraga dengan intensitas ringan\/sedang, seperti jogging, jalan kaki atau bersepeda. Sebaiknya jangan melakukan olahraga dengan intensitas tinggi selama puasa.<\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li>Hindari makan diluar untuk menghindari kerumunan<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-2121 aligncenter\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/7-320x213.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/7-320x213.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/7.jpg 475w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/p>\n<p>Ada beberapa upaya mencegah penyebaran corona COVID-19. Satu di antaranya adalah menghindari kerumunan. \u00a0Nah jadi untuk kalian yaa gaes usahakan makanan yang kita beli untuk dikonsumsi dirumah aja, karena dengan begitu kita bisa memutus rantai penyebaran virus COVID-19.<\/p>\n<p>Nah berarti untuk saat ini kalo ada teman kalian yang mengajak untuk berbuka bersama di hindari dulu ya gaess atau kalian bisa bukber dengan cara online<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai Gaes, apa kabarnya? Sudah memasuki bulan suci Ramadhan nih, di tengah situasi pandemi ini semoga kalian tetap sehat yaa. Ramadhan kali ini memang terasa berbeda ya gaes, karena adanya COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Tetapi kondisi ini jangan menyurutkan niat kita ya gaes untuk menyambut datangnya Ramadhan dengan suka cita. Yukk lakukan perilakuLeer M\u00e1s<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2128,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33,38],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2129"}],"collection":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2129"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2131,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2129\/revisions\/2131"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}