
{"id":3116,"date":"2023-01-11T13:44:50","date_gmt":"2023-01-11T06:44:50","guid":{"rendered":"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/?p=3116"},"modified":"2023-01-11T13:44:50","modified_gmt":"2023-01-11T06:44:50","slug":"leukimia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/leukimia\/","title":{"rendered":"Leukimia"},"content":{"rendered":"<div class=\"bt_bb_wrapper\"><p><strong><b>Alo gaes!<\/b><\/strong>\u00a0Pada bulan Januari ini kita akan membahas tentang kanker pada anak.<\/p>\n<p><strong><b>Gaes, Apa itu kanker?<\/b><\/strong><\/p>\n<p>Kanker atau tumor ganas adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak terkendali, terus bertumbuh dan bertambah, serta immortal atau tidak dapat mati. Sel kanker dapat menyusup ke jaringan sekitar.<\/p>\n<p>Menurut WHO, setiap tahunnya diperkirakan setiap tahun terdapat sekitar 300.000 anak berusia 0-19 tahun terdiagnosis kanker di dunia.<\/p>\n<p>Terdapat beberapa jenis kanker yang sering menyerang anak-anak yaitu leukemia, <em>retinoblastoma, osteosarcoma, limfoma maligna, karsinoma nasofaring, neuroblastoma<\/em> dan tumor <em>Wilms<\/em>.<\/p>\n<p>Oleh karena itu kita akan memperkenalkan salah satu kanker yang paling sering terjadi pada anak yaitu leukemia, agar teman-teman semua dapat melakukan pemeriksaan dini terhadap anak\/ adik\/ saudara\/ tetangga disekitar kalian.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone  wp-image-3112\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2.png\" alt=\"\" width=\"362\" height=\"362\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2.png 1100w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-320x320.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-160x160.png 160w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-768x768.png 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-540x540.png 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-1080x1080.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 362px) 100vw, 362px\" \/><\/p>\n<p><strong><b>Gaes, Apa itu leukemia?<\/b><\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone  wp-image-3112\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2.png\" alt=\"\" width=\"364\" height=\"364\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2.png 1100w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-320x320.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-160x160.png 160w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-768x768.png 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-540x540.png 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L2-1080x1080.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 364px) 100vw, 364px\" \/><\/p>\n<p>Leukemia merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang, dan ditandai oleh proliferasi sel darah putih dengan manifestasinya yang berupa sel-sel abnormal dalam darah tepisecara berlebihan yang mendesak sel darah normal, sehingga fungsinya terganggu.<\/p>\n<p><strong><b>Gaes, ini dia faktor resiko terjadinya Leukemia<br \/>\n<img loading=\"lazy\" class=\"alignnone  wp-image-3114\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L4.png\" alt=\"\" width=\"364\" height=\"364\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L4.png 1039w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L4-320x320.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L4-160x160.png 160w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L4-768x768.png 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L4-540x540.png 540w\" sizes=\"(max-width: 364px) 100vw, 364px\" \/><br \/>\n<\/b><\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Riwayat keluarga:<br \/>\nAnak yang mempunyai suadara yang mengidap leukemia memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena leukemia.<\/li>\n<li>Kondisi genetik:<br \/>\nAdanya perubahan pada kromosom atau gen pada anak dapat menyebabkan leukemia. Beberapa contoh kondisi genetik yang dapat meningkatkan risiko terkena leukemia:<br \/>\n1. <em>Down syndrome<\/em><br \/>\n<em>2. Klinefelter syndrome<\/em><br \/>\n<em>3. Shwachman syndrome<\/em><br \/>\n<em>4. Bloom syndrome<\/em><br \/>\n<em>5. Li-Fraumeni syndrome<\/em><br \/>\n<em>6. Noonan syndrome<\/em><br \/>\n<em>7. Wiscott-Aldrich syndrome<\/em><br \/>\n<em>8. Neurofibromatosis type<\/em><br \/>\n<em>9. Fanconi anaemia<\/em><br \/>\n<em>10. Ataxia-telangiectasia<\/em><\/li>\n<li>Paparan terhadap radiasi:<br \/>\nAnak yang terpapar radiasi misalnya sinar X sebelum lahir, atau anak dengan riwayat pengobatan radioterapi untuk kanker memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena leukemia.<\/li>\n<li>Riwayat Kemoterapi:<br \/>\nAnak dengan riwayat kemoterapi, baik itu untuk terapi leukemia atau terapi jenis kanker yang lain, juga mempunyai risiko yang cukup tinggi untuk terkena leukemia<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><b>Yuk Gaes, kita kenali tanda dan Gejala Leukemia pada anak<\/b><\/strong><\/p>\n<p>Tanda dan gejala yang umumnya dialami oleh anak dengan leukemia:<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone  wp-image-3115\" src=\"https:\/\/alogaes.puskesmaskecamatankembangan.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L5.png\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"375\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L5.png 1200w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L5-320x320.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L5-160x160.png 160w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L5-768x768.png 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L5-540x540.png 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/L5-1080x1080.png 1080w\" sizes=\"(max-width: 375px) 100vw, 375px\" \/><\/p>\n<p>Gaes, jika anak\/ adik\/ sepupu\/ tetangga mengalami hal demikian, jangan panik!<br \/>\nSegera periksakan mereka ke Fasilitas Kesehatan terdekat ya!<br \/>\nKarena akan ada pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan darah, Spinal tap (<em><i>Lumbar puncture<\/i><\/em>), Biopsi dan aspirasi sumsum tulang, dan pencitraan (<em><i>Xray, USG, Bone scan, CT Scan, MRI, dll<\/i><\/em>).<\/p>\n<p><strong><b>Bagaimana terapinya ya, Gaes?<\/b><\/strong><\/p>\n<p>Jika pasien dinyatakan mengidap leukemia maka akan ada beberapa pilihan terapi sesuai dengan stadium, usia, dan faktor Kesehatan anak tersebut. Terapi leukemia dapat berupa:<\/p>\n<ul>\n<li>Pembedahan<\/li>\n<li>Kemoterapi<\/li>\n<li>Radiasi<\/li>\n<li>Terapi tertarget<\/li>\n<li>Transplantasi sel punca<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><b>Gaes! Jangan lupa lakukan CERDIK untuk pencegahan terutama untuk mengenali penyakitnya sedini mungkin<\/b><\/strong><\/p>\n<p><strong><b>C- <\/b><\/strong>ek kesehatan secara berkala;<\/p>\n<p><strong><b>E- <\/b><\/strong>nyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok;<\/p>\n<p><strong><b>R- <\/b><\/strong>ajin aktifitas fisik;<\/p>\n<p><strong><b>D- <\/b><\/strong>iet sehat dan seimbang;<\/p>\n<p><strong><b>I- <\/b><\/strong>stirahat cukup;<\/p>\n<p><strong><b>K- <\/b><\/strong>elola stres.<\/p>\n<p>Gaes, jika anak\/ adik\/ sepupu\/ tetangga mengalami hal demikian, jangan panik!<br \/>\nSegera periksakan mereka ke Fasilitas Kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Salam sehat gaes!<\/p>\n<p><em>Sources<\/em><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/cancer-in-children\"><u>Childhood cancer (who.int)<\/u><\/a><\/li>\n<li><a href=\"#:~:text=Leukemia%20is%20cancer%20of%20the%20blood.%20It%E2%80%99s%20the,in%20bone%20marrow%20and%20go%20into%20the%20blood.\"><u>Leukemia in Children | Cedars-Sinai<\/u><\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/p2ptm.kemkes.go.id\/kegiatan-p2ptm\/pusat-\/kenali-gejala-dini-kanker-pada-anak\"><u>Kenali Gejala Dini Kanker Pada Anak &#8211; Direktorat P2PTM (kemkes.go.id)<\/u><\/a><\/li>\n<li><a href=\"#:~:text=Oleh%20%3A%20P2PTM%20Kemenkes%20RI.%20Leukemia%20merupakan%20penyakit,sel%20darah%20yang%20normal%20sehingga%20mengakibatkan%20fungsinya%20\"><u>Apa itu Leukemia (Kanker Darah)? &#8211; Direktorat P2PTM (kemkes.go.id)<\/u><\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/childrenscancer.canceraustralia.gov.au\/types-childrens-cancers\/leukaemia\"><u>Leukaemia | Children&#8217;s Cancer (canceraustralia.gov.au)<\/u><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alo gaes!\u00a0Pada bulan Januari ini kita akan membahas tentang kanker pada anak. Gaes, Apa itu kanker? Kanker atau tumor ganas adalah pertumbuhan sel atau jaringan yang tidak terkendali, terus bertumbuh dan bertambah, serta immortal atau tidak dapat mati. Sel kanker dapat menyusup ke jaringan sekitar. Menurut WHO, setiap tahunnya diperkirakan setiap tahun terdapat sekitar 300.000Leer M\u00e1s<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3111,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33,37],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3116"}],"collection":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3116"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3116\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3117,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3116\/revisions\/3117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}