
{"id":3372,"date":"2024-10-25T13:31:05","date_gmt":"2024-10-25T06:31:05","guid":{"rendered":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/?p=3372"},"modified":"2024-10-25T13:31:05","modified_gmt":"2024-10-25T06:31:05","slug":"depresi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/depresi\/","title":{"rendered":"Depresi"},"content":{"rendered":"<div class=\"bt_bb_wrapper\"><p>Alogaes,\u2026..<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Apakah kamu sedang sering merasa sendiri, dikucilkan, sedih berkepanjangan,tidak percaya diri pada kondisi tubuh atau penampilan, dan kehilangan minat untuk melakukan berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-3374 alignleft\" src=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/mengatasi-stres1.png\" alt=\"\" width=\"407\" height=\"234\" \/><\/p>\n<p>Memasuki masa remaja sering mengalami perubahan suasana hati dan mood, sering dicap sebagai masa labil, remaja yang terlihat murung atau sedih seringkali dianggap hal biasa karena patah hati, kalah berkompetisi, mendapat nilai jelek atau kurang mendapat perhatian dari orang tua. Padahal, bisa jadi itu gejala\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/depresi\">depresi<\/a> pada remaja. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berlanjut dan menyebabkan munculnya keinginan untuk menyakiti diri sendiri, bahkan bunuh diri loh,\u2026<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kok bisa remaja mengalami depresi ? <\/strong><\/p>\n<p>Sangat bisa dan sering terjadi karena ketidakmampuan mereka untuk menangani masalah yang dihadapi. Seorang anak masih sangat terbatas dalam memahami masalah dan menyelesaikan masalahnya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penyebab depresi tidak diketahui secara pasti, tetapi pada umumnya seseorang menjadi depresi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu : Faktor media sosial, bullying\u00a0atau perundungan, hubungan percintaan, masalah dengan orang terdekat, tekanan di sekolah, riwayat keluarga, trauma .<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Apasih yang sering dirasakan ?<img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-3375 alignright\" src=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/depresi2-320x400.jpg\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/depresi2-320x400.jpg 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/depresi2-540x675.jpg 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/depresi2.jpg 756w\" sizes=\"(max-width: 320px) 100vw, 320px\" \/><\/strong><\/p>\n<p>Tanda dan gejalanya bisa meliputi perubahan dari sikap dan perilaku remaja, jika kamu merasa beberapa gejala dibawah ini lebih dari 2 minggu atau dirasa berulang seperti :<\/p>\n<ul>\n<li>Merasa sedih, murung, suasana hati kosong, putus asa, dan perasaan gelisah<\/li>\n<li>Mudah kehilangan energi dan tenaga, perasaan letih, lemah, lesu, kelelahan.<\/li>\n<li>Gangguan tidur (bisa berlebihan, bisa juga kurang dari lama tidur biasanya)<\/li>\n<li>Tidak mampu berkonsentrasi<\/li>\n<li>Kehilangan minat dan kegairahan terhadap berbagai aktivitas yang sebelumnya disukai (sering kali diungkapkan sebagai kebosanan yang mendalam)<\/li>\n<li>Penurunan berat badan (pada anak-anak, kegagalan mencapai kenaikan berat badan yang diharapkan) atau penurunan atau peningkatan nafsu makan<\/li>\n<li>Perasaan tidak berharga (misalnya, merasa ditolak dan tidak dicintai) atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas<\/li>\n<li>Pikiran berulang tentang kematian (bukan hanya rasa takut akan kematian) dan\/atau ide atau rencana bunuh diri<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi gejalanya ?<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-3373 alignright\" src=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/mengatasi-stres-320x320.png\" alt=\"\" width=\"319\" height=\"319\" srcset=\"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/mengatasi-stres-320x320.png 320w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/mengatasi-stres-160x160.png 160w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/mengatasi-stres-768x768.png 768w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/mengatasi-stres-540x540.png 540w, https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/mengatasi-stres.png 1024w\" sizes=\"(max-width: 319px) 100vw, 319px\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Istirahat yang cukup (6-8 jam sehari),<\/li>\n<li>Pola makan seimbang<\/li>\n<li>Rekreasi dan olahraga<\/li>\n<li>Sikap hidup yang positif, berpikir rasional dan objektif<\/li>\n<li>Memiliki planning yang rasional dalam hidup, dan dapat menerima kondisi yang tak mungkin dapat diubah.<\/li>\n<li>Memiliki kerabat atau sahabat yang dapat sewaktu waktu saling berbagi dan saling membantu.<\/li>\n<li>Melakukan \u201cme time\u201d\u00a0atau waktu untuk diri sendiri, di antara kesibukan yang padat.<\/li>\n<li>Lakukan kegiatan seperti spa, meditasi, yoga, dan relaksasi.<\/li>\n<li>Meningkatkan kehidupan spiritual<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Eittss tapi kita tidak boleh langsung mendiagnosa sendiri ya, jika hal hal tersebut sudah dirasakan dan menimbulkan rasa khawatir, kamu bisa langsung berkonsultasi dengan tenaga profesional yaa, bisa via website alogaes atau datang ke puskesmas kembangan untuk berkonsultasi langsung.<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alogaes,\u2026.. &nbsp; Apakah kamu sedang sering merasa sendiri, dikucilkan, sedih berkepanjangan,tidak percaya diri pada kondisi tubuh atau penampilan, dan kehilangan minat untuk melakukan berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan? &nbsp; Memasuki masa remaja sering mengalami perubahan suasana hati dan mood, sering dicap sebagai masa labil, remaja yang terlihat murung atau sedih seringkali dianggap hal biasa karenaLeer M\u00e1s<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3373,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[33],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3372"}],"collection":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3372"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3376,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3372\/revisions\/3376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/puskesmaskembangan.jakarta.go.id\/alogaes\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}