Content

Jangan lupa dishare ya Guys!

15/Oct/2019

X, remaja putra, 14 tahun

Tanya:
Halo Kak, Aku mau curhat dong.. Selama ini saya dr kecil jadi anak broken home. Ayah saya sering bersikap kasar pada kami sekeluarga, terutama ibu saya.Kami sering dicaci, diancam, Bahkan dipukul dengan tangan atau alat, atau dibenturkan ke tembok karna hal sepele. Dan itu terus berlangsung sepanjang hidup saya. Tapi terkadang ayah saya sangat sayang pd kami. Saya merasa takut banget kalau dekat ayah saya. Saya juga sering merasa sedih karena kasihan dgn ibu saya.
Saya sudah curhat dengan guru BK dan beliau menyarankan agar saya konsultasi dengan psikolog di puskesmas. Namun saya juga bingung dengan masalah biaya konsultasi nya.
Terima kasih jika kaka berkenan membantu.


14/Aug/2019

R (remaja putri), 15 tahun

Tanya:
Assalamualaikum kak, aku mau curhat boleh ya? kok akhir-akhir ini kepala aku gampang pusing terus ada kunang-kunang gitu kak, kata tante aku udah kena anemia soalnya pas aku lagi tidur terus langsung berdiri tuh pusing banget kak. Mohon sarannya.


14/Aug/2019

C (remaja putri), 13 tahun

Tanya:
Kak…aku mau curhat dong. Perut bawah aku sakit dari kemarin, terus kaki aku juga dingin
Itu kenapa ya ka? Aku lagi  ga haid, BAB ku keras, BAK nya normal.


hasil-gambar-untuk-gic-dental.jpeg
17/Jul/2019

Orthodontic

  • Pengertian : cabang ilmu kedokteran gigi yang berhubungan dengan merapikan gigi menggunakan kawat gigi. Dokter gigi yang mengambil spesialisasi di cabang ini dikenal dengan Orthodontists
  • Tujuan pemasangan kawat gigi (behel)
  • Penggunaan kawat gigi bisa sangat membantu meningkatkan kesehatan gigi, karena susunan gigi yang tidak rata lebih beresiko untuk bisa menjadi tempat penumpukan plak dan sisa makanan yang bisa menyebabkan penyakit gigi dan mulut.
  • Susunan gigi yang tidak rata juga dapat menyebabkan makanan tidak dapat dikunyah dengan sempurna.
  • Susunan gigi juga berpengaruh ke artikulasi seseorang. Susunan gigi yang rapih akan membuat artikulasi ( berbicara) menjadi lebih jelas.
  • Selain alasan kesehatan, alasan utama menggunakan behel gigi agar lebih nyaman dengan penampilanmu, lebih percaya diri dalam melakukan segala aktivitas, dan pada akhirnya memiliki hidup yang lebih berkualitas.
  • Jenis – jenis kawat gigi Hasil gambar untuk jenis jenis bracket
  • Behel dari Logam, Behel jenis ini terbuat dari baja tahan karat (stainless steel)
  • Behel Keramik /Transparan, Behel jenis ini tidak begitu terlihat dan tampak lebih alami dari pada kawat logam karena bahannya membaur dengan gigi.
  • Behel Lingual, Behel jenis ini ditempatkan di bagian dalam gigi sehingga tidak terlihat dari luar. Kelemahan terbesar behel lingual adalah tidak nyaman dan bisa mengakibatkan luka di gusi dan lidah
  • Prosedur sebelum pemasangan behel

Sebelum memasang behel gigi biasanya dokter gigi akan memeriksa kesehatan gigi pasiennya, jika terdapat lubang, maka akan ditambal terlebih dahulu, jika terdapat karang gigi, maka akan dibersihkan terlebih dahulu. Intinya gigi yang akan dibehel haruslah gigi yang sehat.

  • Berikut bahaya yang bisa terjadi jika kita memasang behel gigi cuma buat gaya-gayaan:
  • Gigi Menjadi Goyah Memasang kawat pada gigi membuat tulang yang berfungsi menyanggah gigi mengikuti kawat yang mencekat gigi diatasnya. Hal tersebut dapat menyebabkan gigi terasa nyeri dan mudah goyang karena tulang yang sudah beralih fungsi.
  • Kebersihan Gigi Tidak Terjaga Biasanya makanan yang dikunyah melalui gigi yang berkawat akan sering tertinggal di sela-sela bracket dan kawat. Perlu ketelitian untuk menghilangkan makanan tersebut dari kawat dan bracket tersebut. Akibat dari sisa makanan yang menempel pada gigi salah satunya dapat menimbulkan bau mulut.
  • Sarang Bakteri Sisa makanan yang menyebabkan kebersihan gigi tak terjaga menjadikan sarang dari bakteri. Kuman dan bakteri sangat mudah sekali terselip dikawat dan dapat berkembangbiak dengan mudah. Di sarankan bagi pemakai behel hendaklah selalu rajin memakai obat kumur.
  • Susunan Gigi Menjadi Berantakan Banyak para pemakai behel yang memasang behel bukan ditempat dokter gigi melainkan hanya di tukang gigi. tukang gigi tidaklah memiliki izin untuk memasang behel. Pemasangan behel secara asalasalan dapat merubah susunan gigi yang sebelumnya sudah bagus menjadi berantakan. Hal ini terjadi akibat gigi yang mengikuti arah kawat yang terpasang.
  • Penularan Penyakit Pemasangan behel di tukang gigi yang tidak memiliki izin biasanya memang relatif murah. Hal inilah yang membuat orang berniat memasang behel disana. Tapi biasanya para tukang alat-alat yang digunakan oleh tukang gigi tersebut belum terjamin kebersihannya. seperti yang Kita ketahui, mulut merupakan awal mula dari penyakit, jadi apapun yang bersentuhan langsung dengan mulut dapat berefek langsung pada kesehatan
  • Tips Perawatan Behel Gigi Tips merawat gigi dan rongga mulut selama memakai behel gigi, yaitu :
    1. Sikat gigi yang dipakai adalah sikat gigi khusus orthodonti yang memiliki bentuk kecil dan bulu sikatnya halus. Sikat gigi ini tersedia di apotek, klinik, dan supermarket besar.
    2. Selain itu juga ada sikat tambahan untuk sela-sela gigi, karena orang yang memakai behel gigi lebih cepat terbentuk karang giginya.
    3. Gunakan pasta gigi dengan formula terlengkap agar benar-benar melindungi dan merawat gigi secara intens.
    4. Hindari makan keras Agar behel gigi yang kita gunakan awet hindari makanan seperti, kacang, es batu dan permen, karena ini dapat menyebabkan behel terlepas dan bengkak pada rahang.
    5. Hindari makanan yang manis Ini dilakukan untuk mencegah timbulnya lubang gigi
    6. Kontrol secara teratur ke Dokter Ini dilakukan agar kamu dapat mengetahui keadaan gigi dan behel karena dokter gigi dapat memberi saran yang baik untuk kesehatan gigi, jadi kontrol gigi secara teratur ke dokter gigi setiap akhir bulan.

 

Tambal gigi

Prosedur tambal gigi harus dilakukan jika satu dari gigi Anda patah, bolong ataupun rusak. Gigi yang bermasalah tersebut biasanya akan menimbulkan rasa sakit tidak nyaman kalau dibiarkan terlalu lama. Kondisi kesehatan mulut pasien, juga merupakan salah satu faktor penentu jenis tambal gigi yang akan dipasang. Kira-kira apa saja jenis tambalan gigi yang digunakan? Lalu bagaimana cara pasang tambal gigi di dokter?

Jenis-jenis tambal gigi berdasarkan bahannya

  1. Amalgam

logam

Salah satu jenis bahan tambalan gigi ini terbuat dari campuran perak, timah, seng, tembaga dan merkuri. Hampir 50% bahan yang digunakan adalah merkuri, dan biasanya tambalan ini digunakan untuk memperbaiki gigi geraham bagian belakang.

Meskipun penggunaan jenis tambalan ini bisa bertahan hingga 10 tahun lamanya, namun para dokter tidak menganjurkan pasien untuk menggunakan tambalan jenis ini. Ini karena amalgam merupakan salah satu logam yang mengandung zat merkuri yang sangat berbahaya bagi tubuh. Zat merkuri jika tertelan dapat melukai organ pencernaan Anda. Sedangkan jika dihirup bisa menimbulkan masalah kesehatan pada paru-paru.

2. Komposit resin

komposit

Bahan tambalan gigi komposit ini, terbuat dari campuran partikel plastik dan kaca halus. Proses penambalan gigi ini, akan menggunakan light curing yang berfungsi mengeraskan partikel kaca pada gigi.

Salah satu kelebihan bahan tambal gigi ini adalah, warna tambalan akan menyatu dengan warna gigi asli, dan materialnya terbilang kuat. Sayangnya, harga tambal gigi komposit sedikit lebih mahal dari bahan almagam, dan bahan ini bisa bertahan selama kurang lebih 5 tahun pada gigi.

3. glass ionomer cement (GIC)

Hasil gambar untuk gic dental

Bagaimana prosedur tambal gigi?

Kenapa gigi harus ditambal? Mungkin Anda akan bertanya-tanya tujuan dan bagaimana proses menambal gigi. Ya, tujuan dari proses menambal gigi adalah menutupi lubang pada permukaan enamel gigi. Tambalan digunakan sesuai kondisi kesehatan gigi Anda. Namun, pada umumnya tambal pada gigi dilakukan untuk mengurangi risiko kebocoran atau pembusukan di dalam gigi.

Berikut ini, merupakan prosedur yang umum dari menambal gigi:

  • Lakukan pembersihan jaringan infeksi dengan menggunakan bur highspeed atau lowspeed hingga bersih dari karies.
  • Keringkan kavitas dan isolasi daerah kerja
  • Etching. Proses ini digunakan mengencangkan gigi dengan gel asam sebelum mengisi lubang gigi dengan bahan tambalan.
  • Aplikasi bahan tambal sesuai indikasi
  • Polishing. Setelah selesai menambal gigi dokter akan membersihkan gigi dengan polishing.

Instruksi pasca penambalan tetap

  • Jangan digunakan makan 1 jam
  • kontrol berkala 6 bulan sekali ke dokter gigi

Pencegahan agar terhindar dari kerusakan gigi

  1. Menggosok gigi setidaknya dua kali sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur
  2. Gantilah sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak.
  3. Gunakan benang gigi untuk menghilangkan plak yang terletak di antara gigi dan mencegah terbentuknya karang gigi di area yang sulit dijangkau.
  4. Konsumsi makanan sehat dan kurangi mengonsumsi makanan manis dan bertepung.
  5. Berhenti merokok.
  6. Menjalani pemeriksaan gigi secara rutin setidaknya 6 bulan sekali untuk membersihkan plak dan mencegah risiko penyakit gigi atau gusi.

aplikasi-bahan-bleaching-gigi.jpeg
17/Jul/2019

Bleaching gigi

    1. Pengertian suatu tindakan untuk memutihkan gigi secara kimia dengan menggunakan bahan oksidator kuat yaitu peroksida
      Teknik pemutihan gigi (bleaching) terdiri dari penerapan agen pengoksida yang kuat sebagai bahan aktif pada permukaan gigi untuk mencapai efek pemutih.
    2. Kandungan bahan bleaching yang digunakan memiliki sebagian bahan aktif hidrogen peroksida H2O2 atau karbamid peroksida, dalam berbagai konsentrasi.
    3. Teknik ada 2 yaitu dilakukan di dokter gigi ( in office) dan dilakukan sendiri dirumah ( home bleaching) tapi tetap dibawah pengawasan dokter.
    4. Efek samping setelah bleaching
      • Gigi sensitif : gigi lebih sensitive terhadap udara, air, panas, dingin, dan sensitive terhadap makanan & minuman manis
      • Iritasi gusi : larutan bleaching dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi gusi
      • Sakit pada tenggorokkan : jika bahan bleaching tertelan dapat menyebabkan iritasi pada mukosa tenggorokkan
    5. Beberapa gigi pasien dapat diputihkan menjadi warna yang paling terang sesuai panduan warna, sedangkan gigi lain memberikan sedikit perubahan warna
    6. indikasi prosedur bleaching
      • terdapat perubahan warna gigi ( diskolorisasi)
    7. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan warna gigi:
      • Tembakau, the, kopi, rokok
      • Tetracycline ( antibiotic)
      • Trauma
      • Sisa jaringan pulpa/ pulpa nekrosis
      • Penyakit sistemik

Stres-Kerja.jpg
11/Jul/2019

Author : Rami Busyra Ikram, M.Psi., Psikolog

 

Gaes, pernahkah kamu merasa stress? Stress banyak tugas, banyak les, belum lagi ada kegiatan organisasi. Duuuuh, pusing banget deh ya pastinya ☹

Nah sebenarnya kamu udah paham belum, apa itu stress?

Menurut Taylor (2015), Stres adalah pengalaman emosional yang negatif disertai dengan perubahan biokimia, fisiologis, kognitif, dan perilaku. Penyebab atau hal-hal yang bisa menimbulkan stress itu sendiri disebut stressor.

Gaes, tahu ga sih kalau stress itu sendiri dikelompokkan menjadi 2 lho. Pertama, eustress (stress positif yang mengarahkan diri lebih optimal dan semangat). Contoh eustress, misalnya, kamu stress saat mau menghadapi ujian, lantas jadi kamu berusaha keras untuk belajar dengan cara menyicil materi. Kedua, distress (stress negative yang mengganggu keberfungsian hidup), contohnya stress karena nilai ga sesuai harapan, terus kamu jadi ga mau dan males untuk belajar lagi.

Jadi udah kebayang dong ya stress yang bagus itu seperti apa?

Kenapa stress bisa memicu munculnya penyakit dalam tubuh, Gaes? Ini nih penjelasannya

Saat kamu sedang merasa stress, coba deh lakukan hal-hal berikut ini :

  • Relaksasi pernapasan (Tarik napas melalui mulut selama 4 hitungan, tahan 4 hitungan, dan hembuskan dari mulut selama 4 hitungan)
  • Membuat 2 kolom yang berisi konsekuensi positif dan negative dapat membantu dalam mengambil keputusan
  • Menginstrospeksi diri atau melakukan self-talk
  • Terbuka, memaafkan diri sendiri maupun orang lain
  • Melakukan kegiatan berdasarkan tingkat prioritasnya
  • Identifikasi kekuatan dan kekurangan diri
  • Menulis jurnal harian terkait prestasi atau hal-hal baik yang sudah dilakukan
  • Menulis jurnal terkait pengalaman menyenangkan
  • Bersosialisasi dan mengikuti kegiatan di lingkungan sosial
  • Melakukan hobi
  • Mencari bantuan tenaga professional, seperti guru sekolah, dokter, psikolog, dll

Sumber : Taylor, S.E. (2015). Health Psychology 9th Ed. New York: McGraw Hill.

 


Bullying_Bystander-Intervention-Skills_500x500.png
11/Jul/2019

Author : Rami Busyra Ikram, M.Psi., Psikolog

Hai Gaes, pernah dengar istilah “bullying”? rasanya sudah tidak asing lagi ya di telinga kita.

Menurut American Psychological Association (2019), bullying merupakan salah satu bentuk perilaku agresif yang disertai oleh adanya niat dan dilakukan secara berulang sehingga menyebabkan penderitaan atau perasaan tidak nyaman pada orang lain.

  • Coloroso (2007), terdapat 3 bentuk bullying :
  1. Bullying non-verbal : memukul, mencekik, menyikut, meludahi, mencakar, merusak barang-barang, dll
  2. Bullying verbal : memberikan julukan nama/celaan/fitnah, merampas barang, menuduh, berkata-kata kasar lewat lisan maupun tulisan
  3. Bullying relasional : diabaikan, dikucilkan, dijauhi dari pergaulan, termasuk sikap-sikap tersembunyi (pandangan mata yang agresif, helaan napas, bahu yang bergidik, cibiran, dll
  4. Cyber-bullying : mengirim pesan yang menyakitkan melalui gambar, meninggalkan voicemail yang kejam, menelepon terus-menerus tanpa henti, membuat akun sosmed yang berisi hal-hal yang mempermalukan korban, dikeluarkan dari group chat, menyebarluaskan video-video bully terhadap korban

Hal apa aja sih yang membuat seseorang melakukan bullying atau kekerasan?

  • Hilangnya kontrol atas perasaan marah. Perilaku kekerasan seringkali terjadi saat individu tidak dapat mengelola dan mengendalikan emosi marahnya dengan baik
  • Interaksi, komunikasi yang tidak hangat dan tidak efektif (hanya satu arah). Dalam hal ini, seseorang tidak diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau perasaannya oleh orang lain
  • Lebih mengedepankan emosi sehingga tidak dapat berpikir jernih
  • Kekerasan dilakukan oleh pelaku sebagai upaya untuk mendapatkan keinginan pribadinya dan melemahkan hak-hak pasangan atau anak

Bullying bisa terjadi pada siapa saja tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki. Kasus kekerasan ini juga dapat terjadi dimana saja, misalnya rumah, sekolah, atau tempat-tempat umum.

Pelaku bullying juga bisa siapa saja, bahkan hingga orang-orang terdekat, dimana mereka seringkali melakukan pemerasan pelonco, premanisme, pemalakan, dikucilkan, dan ancaman, maupun eksploitasi.

Dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa perilaku bullying atau kekerasan dapat menimbulkan dampak negative bagi individu yang mengalaminya, seperti :

  • Luka-luka atau muncul masalah medis yang serius
  • Mengalami depresi / kecemasan / ketegangan
  • Stres, enggan berkegiatan
  • Pikiran kacau, merasa tidak ada harapan / merasa tidak berdaya
  • Mimpi buruk, gelisah, masalah makan
  • Gangguan mental,
  • Menguatkan pikiran dan upaya bunuh diri
  • Adanya keinginan untuk membunuh orang lain

Negara sudah melarang keras terjadinya perilaku bullying, sehingga pelaku bullying bisa mendapat berbagai konsekuensi, misalnya mendapat skorsing atau drop out dari sekolah, sulit mendapat pekerjaan, mendapat hukuman penjara, dan sebagainya.

Nah kalian pasti ga mau dong kalau jadi korban atau pelaku bullying. Ngapain sih ikut-ikutan melakukan bullying?padahal kan dampaknya bahaya banget, duuuuh… ga usah deh ikut senioritas di sekolah, kalau mau dikenal sama orang lain—termasuk adik kelas—masih banyak cara positif lain yang bisa dilakukan kok ☺

Jadi apa dong yang harus kita lakukan apabila melihat orang lain menjadi korban bullying atau justru diri kita yang mengalaminya sendiri?

  1. Tatap mata lawan bicara
  2. Katakan dengan tegas apa yang kita rasakan
  3. Komunikasi asertif “I Message” (emosi yang kita rasakan, pengalaman atau situasinya, harapannya)
  4. Berteriak meminta tolong dan/atau menjauhi lokasi tempat kejadian
  5. Mengkomunikasikan dengan keluarga
  6. Menjauhi pelaku dengan menutup seluruh akses komunikasi dengannya
  7. Melaporkan kepada pihak yang berwajib, petugas keamanan di lingkungan rumah, dll
  8. Berkonsultasi dengan tenaga professional, misalnya dokter, psikolog, psikiater

Yuk, kita sama-sama cegah bullying di sekitar kita.

Sumber :

  1. APA. (2019). Dikutip dari https://www.apa.org/topics/bullying/
  2. Coloroso, B. (2007). Stop Bullying: Memutus Mata Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah hingga SMU (Terjemahan). Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta

 


TBC-500x500.jpg
11/Jul/2019

Apa itu TB?

A. Tuberkulosis (TB) atau yang dulu dikenal TBC adalah penyakit menular

langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis).

TB bukan disebabkan oleh guna-guna atau kutukan. TB juga bukan

penyakit keturunan. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi

dapat juga mengenai organ atau bagian tubuh lainnya (misalnya: tulang,

kelenjar, kulit, dll).

B. TB dapat menyerang siapa saja, terutama menyerang usia produktif/

masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak. TB dapat menyebabkan

kematian. Apabila tidak diobati, 50% dari pasien akan meninggal setelah 5

tahun.

TB BUKAN PENYAKIT KETURUNAN,

BUKAN DISEBABKAN OLEH KUTUKAN

DAN BUKAN PULA KARENA GUNA-GUNA….. !!!

Kuman TB dapat bertahan hidup selama

beberapa jam dalam ruangan yang tidak terkena

sinar matahari.

Apa Saja yang Menjadi Faktor Risiko Penularan TB

  1. Pasien TB paru dengan BTA positif lebih berisiko menularkan
  2. Jumlah percikan dahak dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.
  3. Kontak erat dengan pasien TB,
  4. Tinggal di daerah padat penduduk, Ventilasi rumah tidak mampu meggerakkan udara keluar dan sinar matahari tidak masuk.
  5. Tempat orang berkumpul (Tempat kerja, Asrama/pesantren, Sekolah, Pengajian)
  6. Orang yang bekerja dengan bahan kimia yang ber-risiko menimbulkan paparan infeksi paru
  7. Orang dengan penyakit HIV dan/atau DM lebih mudah menjadi sakit TB
  8. Orang dengan status gizi rendah

 

 

 

 


artworks-000146583419-m67y2u-t500x500.jpg
11/Jul/2019

Kusta, yang juga dikenal dengan nama lepra atau penyakit Hansen, adalah penyakit yang menyerang kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, serta mata. Kusta bisa menyebabkan luka pada kulit, kerusakan saraf, melemahnya otot, dan mati rasa.

Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini memerlukan waktu 6 bulan hingga 40 tahun untuk berkembang di dalam tubuh. Tanda dan gejala kusta bisa saja muncul 1 hingga 20 tahun setelah bakteri menginfeksi tubuh penderita.

Description: Leprosy - alodokter

Penemuan kasus baru untuk penyakit kusta di Indonesia tergolong tinggi. Indonesia menempati uratan ketiga, setelah India dan Brasil, untuk penemuan kasus baru penyakit kusta pada tahun 2015. Sebenarnya kusta adalah penyakit yang dapat diobati, namun adanya stigma negatif di masyarakat seringkali menyebabkan munculnya diskriminasi terhadap penderitanya. Stigma negatif dan diskriminasi ini berakibat kepada penemuan kasus baru dan pengobatan yang tertunda.

Gejala Kusta

Gejala dan tanda kusta tidak nampak jelas dan berjalan sangat lambat. Bahkan, gejala kusta bisa muncul 20 tahun setelah bakteri berkembang biak dalam tubuh penderita. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mati rasa, baik sensasi terhadap perubahan suhu, sentuhan, tekanan ataupun rasa sakit.
  • Muncul lesi pucat dan menebal pada kulit.
  • Muncul luka tapi tidak terasa sakit.
  • Pembesaran saraf yang biasanya terjadi di siku dan lutut.
  • Kelemahan otot sampai kelumpuhan, terutama otot kaki dan tangan.
  • Kehilangan alis dan bulu mata.
  • Mata menjadi kering dan jarang mengedip, serta dapat menimbulkan kebutaan.
  • Hilangnya jari jemari.
  • Kerusakan pada hidung yang dapat menimbulkan mimisan, hidung tersumbat, atau kehilangan tulang hidung.

Penyebab Kusta dan Faktor Risiko

Kusta disebakan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini tumbuh pesat pada bagian tubuh yang bersuhu lebih dingin seperti tangan, wajah, kaki, dan lutut.

M. leprae termasuk jenis bakteri yang hanya bisa berkembang di dalam beberapa sel manusia dan hewan tertentu. Cara penularan bakteri ini diduga melalui cairan dari hidung yang biasanya menyebar ke udara ketika penderita batuk atau bersin, dan dihirup oleh orang lain. Namun penyakit ini tidak mudah untuk ditularkan, perlu beberapa bulan kontak yang sering dengan penderita kusta, sehingga penyakit ini dapat ditularkan.

Sebelum ditemukan pada tahun 1873 bahwa kusta disebabkan oleh kuman, penyakit ini sangat erat dengan stigma negatif, yaitu suatu hukuman atau kutukan yang diberikan kepada penderita karena dosa atau kesalahan yang diperbuat oleh orang tersebut. Dampak stigma tersebut berlanjut hingga saat ini, sehingga penderita seringkali mengalami diskriminasi dan dikucilkan dari kehidupan sosial.

Perlu ditekankan bahwa kusta adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan seseorang tidak akan tertular kusta hanya karena bersalaman dengan penderita, duduk bersebelahan dengan penderita, duduk bersama di meja makan, atau bahkan berhubungan seksual dengan penderita. Kusta juga tidak ditularkan dari ibu ke janin.

Ada beberapa faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini. Beberapa faktor risiko tersebut di antaranya adalah:

  • Melakukan kontak fisik dengan hewan penyebar bakteri kusta tanpa sarung tangan. Hewan perantara tersebut di antaranya adalah armadillo dan simpanse.
  • Bertempat tinggal di kawasan endemik kusta.
  • Memiliki kelainan genetik yang berakibat terhadap sistem kekebalan tubuh.

Diagnosis Kusta

Kebanyakan kasus kusta dapat didiagnosis berdasarkan temuan klinis berupa kelainan bercak pucat atau merah pada kulit yang mati rasa dan penebalan saraf. Setelah itu dapat dilakukan kerokan kulit (skin smear). Pada daerah dengan angka kejadian tinggi, diagnosis dapat ditegakan walaupun pemeriksaan kerokan kulit menunjukkan hasil negatif, sesuai dengan klasifikasi WHO terhadap penyakit kusta, yaitu:

  • Paucibacillary. Ada lesi kulit dengan kerokan kulit negatif.
  • Multibacillary. Ada lesi kulit dengan kerokan kulit postif.

Kerokan kulit yang positif maksudnya adalah ditemukan bakteri saat diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan Kusta

Penderita kusta akan diberi kombinasi antibiotik selama 6 bulan hingga 2 tahun. Jenis, dosis, dan durasi penggunaan antibiotik ditentukan berdasarkan jenis kusta. Beberapa contoh antibiotik yang digunakan untuk pengobatan kusta adalah rifampicindapsone, dan clofazimine.

Pembedahan umumnya dilakukan sebagai proses lanjutan setelah pengobatan antibiotik. Tujuan prosedur pembedahan bagi penderita kusta adalah untuk:

  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak.
  • Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat.
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh.

WHO berusaha keras untuk mengurangi banyaknya penderita kusta. Hal tersebut dilakukan mulai dari memastikan setiap negara ikut andil dalam usaha ini, secara aktif mendeteksi penderita kusta dan mengobatinya, hingga turut serta dalam meluruskan stigma dan mencegah diskriminasi terhadap penderita. Tanpa adanya stigma dan diskriminasi, diagnosis akan ditegakkan secara cepat, sehingga pengobatan tidak tertunda dan kecacatan akibat kusta juga dapat dicegah.

Pencegahan Kusta

Gerakan terpadu untuk memberikan informasi mengenai penyakit kusta terhadap masyarakat, terutama di daerah endemik, merupakan langkah yang penting dalam mendorong para penderita untuk mau memeriksakan diri, mendapatkan pengobatan, dan agar mereka tidak dikucilkan oleh masyarakat. Sampai dengan saat ini belum ada vaksin untuk mencegah kusta. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat merupakan pencegahan yang paling baik untuk mencegah kecacatan dan mencegah penularan lebih luas.

 


logo-long

Alo Gaes merupakan media komunikasi yang berisi info-info kesehatan remaja, mulai dari isu pubertas, gizi, hingga kesehatan mental. Alo Gaes juga bisa lho sebagai sarana kamu berkonsultasi singkat atau tanya-tanya soal kesehatan fisik maupun mental dari ahlinya langsung. Kami juga terbuka untuk kamu-kamu yang mau kirim artikel atau hasil karya lain lho.

Konten Terbaru

Selamat datang di Puskesmas Kembangan. Fitur chat ini khusus curhat online remaja
//
Dokter Umum
Kak Wanda
//
Bidan
Kak Ita
//
Ahli Gizi
Kak Desi
//
Dokter Umum
Kak Agnes
//
Dokter Umum
Kak Micca
//
Perawat
Kak Dadang
//
Apoteker
Kak Priska
//
Psikolog
Kak Ros
//
Jak-GO (Jaringan Konsultasi Gigi Online)
Pelayanan Gigi
//
Call Center
Call Center
WhatsApp