Yth, Kepada Peserta Webinar SPEAK #10
Berikut kami kirimkan link untuk download sertifikat acara webinar SPEAK #10
“Yakin, Siap Nikah?”
Link Sertifikat:
Link Materi :
Yth, Kepada Peserta Webinar SPEAK #10
Berikut kami kirimkan link untuk download sertifikat acara webinar SPEAK #10
“Yakin, Siap Nikah?”
Link Sertifikat:
Link Materi :
Halo Gaes…..Apa kabar semua? Tetap sehat dan semangat semua ya menyambut awal hari di tahun yang baru ini, walaupun langit Jakarta lebih sering mendung dan gerimis, tapi hati kita jangan ya….Eeaaa
Yap, di Indonesia, Januari memang dikenal sebagai musimnya penghujan, diawali dari penghujung akhir tahun kemarin dan akan berlanjut beberapa bulan ke depan. Portal berita pun memberitakan beberapa prediksi BMKG terkait hal ini.
Musim penghujan identik dengan meningkatnya kasus beberapa penyakit menular di masyarakat seperti demam berdarah, diare, leptospirosis (penyakit akibat kencing tikus), demam tifoid atau tipes, penyakit kulit, ataupun sekedar batuk pilek musiman.
Naaaah, bulan Desember kemarin, tepatnya tanggal 11 desember 2020 puskesmas di wilayah Kecamatan Kembangan, yaitu Puskesmas Kelurahan Joglo 2 mengadakan acara SERU GAES (Seminar di Rumah Gaya Remaja Sehat) yang bertema “Si Nyamuk Nakal“, membahas tentang Penyakit Demam Berdarah dengan pembicara dr. Sandi dari Layanan Kesehatan Remaja Puskesmas Kelurahan Joglo 2 dan dimoderatori oleh Kak Sarah dari Saka Bhakti Husada Kecamatan Kembangan. Acara ini dilakukan melalui google meet dan diikuti 35 remaja di wilayah Kembangan dan sekitarnya. Berikut ringkasan materinya :
Apa itu Demam Berdarah ?
Demam Berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus dengue tadi tinggal di perut nyamuk Aedes Aegypti.
Apa Ciri Nyamuk Aedes Aegypti?
APA SIH GEJALA SESEORANG TERKENA DEMAM BERDARAH ?
Gejala utamanya tentu saja demam, demam tinggi yang bersifat mendadak selama 2-7 hari, dan dapat disertai gejala lainnya, seperti lemas, mual dan atau muntah, nyeri otot dan sendi, nyeri ulu hati, terkadang muncul pendarahan spontan beruba bercak di kulit, mimisan, atau BAB berdarah.
Demam pada penyakit ini juga memiliki ciri khas, disebut demam pelana kuda. Pada 3 hari pertama pasien akan mengalami demam tinggi, hari ke 4 dan ke 5 demam akan turun bahkan sampai suhu normal, namun di situ lah fase kritis, dan dapat mengancam nyawa. Di hari ke 6 dan ke 7 suhu perlahan naik lagi dan memasuki fase penyembuhan.
Apa yang harus kamu lakukan bila mengalami gejala- gejala tadi?
Kapan harus ke fasilitas kesehatan?
Bawa segera ke Puskesmas/Rumah Sakit bila pasien menunjukkan gejala berikut:
Apa saja yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah?
Selain menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah DBD, tetap disiplin terapkan 3M ya (Menjaga jarak, Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir) untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID19.
Yth, Kepada Peserta Webinar SPEAK #09
Berikut kami kirimkan link untuk download sertifikat acara webinar SPEAK #09
“HIV AIDS”
Link Sertifikat:
Halo Gaes…. Apa Kabar? Semoga kita semua dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ya….
Kalian tau ga, pada tanggal 13 November 2020 kemarin, Puskesmas Kecamatan Kembangan mengadakan seminar secara online tentang gadget. Nama kegiatannya SERU GAES (Seminar di Rumah Gaya Remaja Sehat), dan kali ini acaranya dilaksanakan melalui chat grup WhatsApp. Acara ini dimoderatori oleh Kak Ahda, yang merupakan anggota Saka Bhakti Husada Kecamatan Kembangan, dengan narasumber dr. Irma dari Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Puskesmas Kecamatan Kembangan. Tema yang diangkat juga menarik karena erat banget kaitannya dengan keadaan pandemi sekarang , yaitu “Gadget : dibutuhkan tapi bikin parno”. Pada acara ini kita ngobrol seru sama remaja di Kembangan dan sekitarnya. Remajanya sangat aktif dan antusias mengikuti kegiatan.
Ternyata selain untuk kegiatan sekolah, remaja juga banyak menggunakan gadget untuk kegiatan lainnya seperti mengerjakan tugas, menulis cerita, bermain game, bahkan ada juga yang berjualan online dan membuat laporan penjualannya…. Waah banyak calon pengusaha sukses nih di Kembangan. Kita simak saja ulasannya yuk..
Ngomongin soal gadget, pasti itu ga lepas dari keseharian kita ya, apalagi di masa pandemi seperti ini, makin sering lagi kita berinterkasi melalui gadget.
Sebenarnya patut kita syukuri ya salah satu kemajuan teknologi ini karena banyak membantu dan memudahkan kegiatan kita dalam belajar, bekerja, bermain, bersosialisasi, bahkan berbelanja.
Dan kalau kita bicara gadget, otomatis kita bicara internet. Tahukah kalian apa itu internet?
Internet adalah kumpulan jaringan komputer di seluruh dunia yang saling berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Seiring dengan perkembangan zaman internet semakin mudah diakses serta dengan mudahnya orang – orang terhubung melalui wifi dengan internet. Internet saat ini sudah berada dalam genggaman setiap orang dan tanpa pengecualian bahkan diantara kitapun sudah banyak yang mahir dan terampil menggunakan internet. Benar, bukan?
Aplikasi yang paling banyak digunakan adalah media sosial. Apakah media sosial itu?
Media sosial adalah sebuah media online yang para penggunanya dapat saling berbagi tulisan, berbagi video, mengungkapkan apa yang dipirkan, dirasakan, membuat pertemanan, dll.
Media sosial menjadi sebuah tempat berinteraksi yang sangat menarik untuk kita. Diantara kita ada yang membutuhkan media sosial untuk berkomunikasi, berbagi foto, berbagi video, sekedar update status, mencari informasi, berjualan, atau bahkan ada pula yang menggunakan media sosial karena tidak mau kalah gaul dengan teman lainnya.
Media sosial kini berkembnag sangat pesat dan beragam, mulai dari facebook, twitter, instagram, path, snapchat, line, youtube, dll. Masing masing media sosial memiliki fungsi tersendiri, dan tidak jarang membuat kita lebih sibuk mengurus media sosial tersebut dibandingkan berinteraksi dengan teman – teman di dunia nyata.
Selain fungsinya yang melahirkan banyak manfaat ternyata media sosial ada dampak negatifnya juga, lho! Masa sih?
Karen sifatnya yang terbuka dan tanpa batas, media sosial bisa menjadi peluang bagi siapa saja yang mempunyai niat jahat, dan tidak menutup kemungkinan kita menjadi salah satu korbannya. Jadi, apa yang perlu kita lakukan agar terhindar dari dampak negatif di media sosial?
Apa itu? Privasi adalah segala bentuk yang bersifat pribadi, baik itu informasi, gambar, foto, video, status, dan hal hal lain yang perlu kita perhatikan, siapa saja yang boleh melihat status atau postingan kita? Apakah orang yang tidak kita kenal boleh melihat semua foto dan status kita? Jika kita mau mengatur privasi, ikuti langkah pengaturan / settingan di setiap setiap media sosial
Oya…..Satu lagi yang menarik dari internet, yaitu game. Dunia internet memang menyajikan banyak hal yang menyenangkan, salah satunya adalah games. Namun sayangnya banyak diantara kita yang belum bermain games dengan cerdas. Mengapa games begitu menyenangkan?
Bagai 2 sisi mata uang, selain bermanfaat penggunaan gadget yang tidak semestinya bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan lho, seperti berikut :
Kesehatan fisik
Daya Fikir
Emosi
Perilaku sosial
Nah dampak lebih seriusnya dari gadget ini bisa bikin kecanduan. Kecanduan gadget berkaitan erat dengan kecanduan internet. Hal ini karena kebanyakan tontonan, permainan (game), atau fitur menarik di gadget yang sering digunakan dapat dengan mudah diakses melalui internet. Istilah untuk kondisi ini adalah nomophobia (no mobile phobia), yang berarti ketakutan untuk aktivitas sehari-hari tanpa smartphone maupun gadget dalam bentuk lainnya.
Dalam penegakan diagnosis kecanduan gadget, hanya boleh ditentukan oleh dokter atau psikolog ya, bukan mendiagnosis sendiri.
Namun kalian bisa coba jawab pertanyaan2 berikut untuk mendapat gambaran awal :
Jika jawabannya lebih banyak “ya”, ( lebih dari 4 skornya ) dan aktifitas harianmu jadi banyak terganggu akibat penggunaan gadget ini (baik dari keluhan yang kamu rasakan atau dari banyaknya keluhan dari orang 2 sekitarmu) bisa jadi kamu terindikasi mengalami kecanduan gadget, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog ya untuk memastikannya.
Sebenarnya ada beberapa macam jenis kecanduan gadget yang mungkin bisa dialami, seperti gambar berikut :
Namun……baru kecanduan game online saja yang dimasukkan WHO sebagai gangguan mental. Organisasi Kesehatan Dunia PBB atau World Health Organizations (WHO) pada pertengahan 2018 resmi menetapkan Kecanduan game atau game disorder ke dalam versi terbaru International Statistical Classification of Diseases (ICD) sebagai penyakit gangguan mental untuk pertama kalinya.
Kalau melihat berita seperti ini sangat miris yaaa….
Melihat dampaknya yang seperti itu wajar ya kalau WHO memasukkan kecanduan game ke dalam daftar penyakit gangguan mental.
Jadi…. bagaimana agar penggunaan gadget itu tidak menimbulkan masalah?
Yap ? Jawabannya adalah BIJAK MENGGUNAKAN GADGET
Berikut ini adalah tips yang dapat kita terapkan agar bisa lebih bijak dalam menggunakan gadget dan terhindar dari risiko kecanduan:
Seru juga ya bahas gadget, kamu sendiri bagaimana? Apakah penggunaan gadgetmu masih dalam tahap wajar? Bila kamu mulai merasakan adanya gangguan yang terkait dengan masalah penggunaan gadgetmu, jangan sungkan untuk menemui tenaga ahli ya, kami di Puskesmas Kecamatan Kembangan siap membantu.
Yth, Kepada Peserta Webinar SPEAK #08
Berikut kami kirimkan link untuk download sertifikat acara webinar SPEAK #08
“APA KABAR WARGA +62 SETELAH 8 BULAN PANDEMI?”
Link Sertifikat:
Link Materi:
Halooo Gaes…………….
Pada hari Jumat, 13 Oktober 2020 lalu, Puskesmas Kecamatan Kembangan telah menyelenggarakan acara SPEAK #07 (Seminar, Promosi dan EdukAsi Kesehatan) series 02 dengan topik “Galau karena bucin? Hempaskan dan move on yuk”.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak individu agar menyadari tentang relasi yang sehat dan tidak sehat, membangun kesadaran individu untuk lebih mencintai dan memahami dirinya sendiri agar lebih rasional dan lepas dari relasi yang tidak sehat sebelum menikah, mencegah munculnya kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga bagi pasangan remaja dan dewasa awal, serta mencegah terjadinya pernikahan anak/remaja di bawah 19 tahun.
Acara ini seru banget lho, dan diikuti oleh 193 peserta, dimana selain peserta remaja, acara ini diminati juga oleh peserta dewasa muda, guru, bahkan orang tua juga ada yang ikut lho. Pesertanya sangat proaktif dan ada beberapa juga ternyata yang pernah mengalami bucin hehehe….
Acara ini dimoderatori oleh dokter PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) kesayangan kita yaitu dr. Irmawati, dan menghadirkan 2 psikolog klinis yang keren sebagai narasumber yaitu Citra Anakomi, M.Psi., Psikolog dan Rami Busyra Ikram, M.Psi., Psikolog. Kalian ikutan ga?
Buat kalian yang ga sempat ikutan, berikut kami rangkumkan materinya.
Tema kali ini ngebahas apa sih?
Naahh….Sesuai judulnya, kita bahas tentang tema yang lagi Hits di kalangan anak muda, yaitu Bucin, yang sedikit banyaknya berkaitan dengan relasi yang tidak sehat atau toxic relationship.
Jadi, Bucin itu apa?
Menurut Kak Citra, Bucin atau budak cinta itu istilah anak zaman now untuk salah satu hubungan yang tidak sehat, yaitu co-dependency (sebuah pola hubungan yang membuat diri kita tergantung pada persetujuan pasangan terhadap hampir setiap keputusan yang dibuat). Jadi kurnag lebihnya Bucin itu adalah Perilaku menghamba, atas nama cinta, dimna seseorang secara sukarela mendedikasikan seluruh hal yang dimiliki untuk memenuhi harapan/mewujudkan kebahagiaan sosok yang dicintai.
Apa ciri cirinya seseorang kalau lagi bucin?
Ada beberapa ciri yang mennandai sikap seseorang yang lagi bucin, seperti :
Apa sebabnya seseornag bisa jadi bucin?
Masih menurut Kak Citra, ada 2 faktor yang membuat seseorang jadi bucin, yaitu faktor fisik (kimiawi di otak) dan juga faktor psikologis. Faktor fisik ada kaitannya dengan intensitas hormon yaitu dopamin, yang akan menimbulkan kepuasan bagi otak sehingga menjadi kecanduan.
Faktor psikologis yaitu persepsi diri yang kurang baik (rendah diri, konsep diri yang buruk, dukungan sosial yang kurang), perolehan cinta dari orang terdekat (keluarga) yang tidak memadai, adanya masalah yang belum selesai di masa lalu (trauma masa lalu).
Emang dampaknya separah apa sih bucin itu?
Banyak lho, dan lebih ke dampak negatif seperti :
Terus gimana dong biar ga bucin lagi?
Pastinya kamu harus move on dari hubungan yang ga sehat begitu…. Cintai diri kamu.
Nah sekarang kita bahas yuk tentang Mencintai diri sendiri (self love)
Self Love itu sama ga dengan narsis?
Tentu saja beda. Menurut Kak Rami, self love itu memandang diri secara positif dengan tetap sadar pada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki secara utuh dan seimbang.
Self love juga berarti yakin terhadap diri sendiri, sadar akan keberhargaan diri. Termasuk menerima kondisi tubuh sendiri juga merupakan bagian dari self love. Pada akhirnya citra diri kita akan membentuk bahwa kita berhak diperlakukan secara sopan oleh orang lain, sehingga hubungan pun menjadi lebih sehat. Dan kita akan merefleksi diri untuk fokus pada yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan, bukan hanya sekedar mengikuti trend (punya pacar keren tapi kita merasa tersiksa dalam hubungan).
Ga gampang lho buat mencintai sendiri
Betul, terkadang ada hambatan kita untuk mencintai diri kita sendiri seperti perasaan khawatir (takut disangka narsis, egois, sombong) dan juga cemas (khawatirnya cuma dia doang yang sayang / yang mau sama kita), oleh karena itu perlu dukungan dari orang-orang terdekat, seperti :
Nah….. coba sekarang refleksikan diri….. Selama ini sehat ga sih hubungan kamu? Bila dirasa kamu sedang dalam kondisi bucin, yuk move on, cintai diri kamu, karena kamu berharga.
Bila kamu perlu bantuan profesional silakan datang ke Puskesmas Kecamatan kembangan melalui layanan PKPR atau layanan psikolog secara langsung atau kalau kamu butuh informasi layanan bisa menghubungi call center Puskesmas Kecamatan Kembangan di 0811-1848-483
Yth, Kepada Peserta Webinar SPEAK #07
Berikut kami kirimkan link untuk download sertifikat acara webinar SPEAK #07 SERI 2
“GALAU KARENA BUCIN?
HEMPASKAN DAN MOVE ON YUK”
Link download:
https://drive.google.com/drive/folders/1h3A8E6Yw9zfzKqtlUf8re9oeg86cNNg_?usp=sharing
link youtube:
Halooo Gaes, apa kabar semua? Semoga tetap sehat semua ya walaupun pandemi masih melanda negeri tercinta kita ini, sehingga kita bisa menjalani siklus kehidupan kita dengan aman.
Ngomongin siklus hidup, kita semua tahu ya bahwa manusia itu mengalami siklus hidup sejak dari dalam kandungan, bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, dan akhirnya kembali pada Sang Pencipta.
Nah, kalian sekarang berada di fase remaja dan sebentar lagi memasuki fase dewasa. Pada umumnya pada fase dewasa muda manusia melakukan pernikahan agar bisa meneruskan keturunannya di alam semesta ini dengan bereproduksi.
Untuk tujuan mulia ini, artikel kita kali ini akan membahas persiapan aja sih yang harus disiapkan menjelang pernikahan? Pastinya banyak ya. Khusus bahasan ini, kita hanya akan membahas persiapan pranikah dari sisi kesehatan, yaitu kesehatan fisik dan mental. Simak sampai tuntas yaaaa..
Setiap calon pengantin, khususnya di DKI Jakarta, diwajibkan menjalani konseling dan tes kesehatan sebelum melakukan pernikahan. Persyaratan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Nomor 185 Tahun 2017 Tentang Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pengantin. Pemeriksaan ini tidak dipungut biaya lho, dapat dilakukan di puskesmas dan menjadi syarat untuk mengurus pengantar menikah dari kelurahan.
Kegiatan ini merupakan bagian upaya pemenuhan hak reproduksi dan upaya meningkatkan derajat kesehatan, khususnya kesehatan ibu, sehingga dapat berkontribusi pada percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Jadi calon ibu yang sehat nantinya akan melahirkan anak-anak yang sehat yang akan menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.
Lalu, apa saja yang dilakukan saat melakukan konseling dan pemeriksaan kesehatan di puskesmas?
Dilakukan untuk memperoleh keterangan-keterangan tentang keluhan dan penyakit yang diderita calon pengantin, baik riwayat penyakit terdahulu dan riwayat kesehatan keluarga.
Salah satu cara untuk mendeteksi masalah kesehatan jiwa yang relatif murah, mudah dan efektif adalah dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh WHO, yaitu Self Reporting Questionnaire (SRQ). Dalam SRQ ada 29 pertanyaan terkait gejala gangguan mental yang harus dijawab klien dengan jawaban ya atau tidak.
Dilakukan untuk mengetahui dan mengidentifikasi status kesehatan melalui pemeriksaan denyut nadi, frekuensi nafas, tekanan darah, suhu tubuh dan pemeriksaan seluruh tubuh. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan status gizi yang meliputi pengukuran berat badan, tingggi badan, lingkar lengan atas dan tanda-tanda anemia.
Pemeriksaan penunjang (laboratorium) yang diperlukan oleh calon pengantin yaitu pemeriksaan darah: Hb, golongan darah dan Rhesus, gula darah, HIV, Infeksi Menular Seksual (sifilis), Hepatitis B, dan atau pemeriksaan lain sesuai indikasi.
Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan , kesadaran dan kepedulian calon pengantin sehingga menjalankan fungsi dan perilaku reproduksi yang sehat dan aman.
Konseling diberikan sesuai kebutuhan calon pengantin meliputi :
Calon pengantin perempuan perlu mendapat imunisasi TD untuk mencegah dan melindungi dirinya terhadap penyakit tetanus dan difteri sehingga memiliki kekebalan seumur hidup untuk melindungi ibu dan bayi yang akan dilahirkannya terhadap penyakit tetanus dan difteri
Pengobatan atau terapi diberikan pada calon pengantin sesuai dengan diagnosis/permasalahannya. Tatalaksana ini dapat diberikan di puskesmas maupun dilakukan rujukan ke RS bila permasalahannya tidak dapat diatasi di puskesmas.
Selesai melalukan pemeriksaan , calon pengantin akan mendapat secarik ‘Sertifikat Layak Kawin‘.
Mau tahu syarat melakukan konseling dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin? Yuk hubungi Call Center Puskesmas Kecamatan kembangan di Whats App 0811-1848-483 dan untuk mendaftar layanan konseling dan pemeriksaan kesehatan calon pengantin di Puskesmas Kecamatan Kembangan dapat melalui bit.ly//jalincinta
Persiapan yang ga kalah pentingnya dibanding persiapan kesehatan fisik, yaitu kesehatan mental.
Mengarungi kehidupan rumah tangga tentunya bukan hal mudah, pasangan perlu belajar untuk :
Terdengar mudah ya untuk disampaikan, namun belum tentu mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu kedua pasangan harus dapat saling menjaga rasa kebersamaan dengan :
Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengenali :
By the way…. Ada satu lagi informasi yang ga kalah penting ni, yaitu telah diterbitkannya Undang Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang “PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN”. Dalam Undang Undang ini ada pasal yang diubah yaitu pasal 7 yang berbunyi “Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun”.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah mengeluarkan Peraturan Gubernur yang senada, yaitu melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2020 tentang “Pencegahan Perkawinan Pada Usia Anak”
Dengan dasar adanya 2 peraturan ini Puskesmas Kecamatan Kembangan tidak dapat melakukan Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Calon Pengantin yang belum berusia 19 tahun.
So…. Buat kamu-kamu yang belum genap berusia 19 tahun, woles aja ya gaes….Masih banyak hal positif yang bisa kamu lakukan sambil kamu memantapkan dan menyiapkan diri kamu untuk nantinya memasuki gerbang pernikahan, tentunya pernikahan sehat yang akan melahirkan generasi yang sehat juga 😉
Author : Rami Busyra Ikram, M.Psi., Psikolog
Haloo Gaes, apa kabar kalian di tengah Pandemi COVID19 ini? Semoga selalu sehat dan bahagia yaa, tetap perhatikan protokol kesehatan dan beraktivitas di dalam rumah dulu yaa. Dalam artikel kali ini, kami akan membahas tipe pengasuhan orang tua terhadap anak-anaknya. Mungkin kita bisa mengamati tipe pengasuhan mana yang lebih dominan ada dalam keluarga kita. Ada baiknya kalian menyimak informasi ini dengan seksama ya, silahkan ambil nilai positifnya yaa. Bila ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan lebih lanjut, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional ya, misalnya Psikiater atau Psikolog 🙂
Konsekuensinya yaitu Anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, matang secara emosional, hangat, mau terbuka, dan berkorelasi dengan perilaku hidup sehat dan prestasi akademik yang baik
Konsekuensinya yaitu Anak cenderung takut, sulit mengambil keputusan secara mandiri, sulit kontrol emosi, tidak mau terbuka, hingga berani berbohong
Konsekuensinya yaitu Anak cenderung manja, kurang mandiri, sulit menunda keinginan pribadi, rentan terhadap stres
Konsekuensinya yaitu Hubungan dengan orang tua tidak dekat, menumbuhkan rasa cemas pada anak, menilai diri tidak diharapkan, cenderung menghindar dari tanggung jawab, konsumsi makanan tidak terkontrol
Sumber Referensi :
Boots, S. B., Tiggemann, M., Corsini, N., Mattiske, J. (2015). Managing young children’s snack food intake. The role of parenting style and feeding strategies. Appetite, (92), 94– 101. https://dx.doi.org/10.1016/j.appet.2015.05.012.
Doinita, N. E., & Maria, N. D. (2015). Attachment and
Parenting Styles. Social and Behavioral Sciences, (203), 199 – 204. DOI: 10.1016/j.sbspro.2015.08.282
Alo gaes…. Apa Kabar?
Ada kegiatan apa nih di wilayah kalian buat memperingati Hari Kemerdekaan RI? Pastinya udah ga seseru tahun lalu ya, karena DKI Jakarta masih menerapkan PSBB. Ya, karena kasus COVID-19 masih tinggi di Jakarta. Masih bertambah ratusan kasus tiap harinya, sehingga tercatat sampai dengan tanggal 13 Agustus 2020 ada 27.761 kasus positif (sumber : www.coronajakarta.go.id) Artinya virus ini masih mengincar kita kita nih, khususnya yang punya perilaku hidup tidak sehat.
Salah satu perilaku hidup tidak sehat adalah merokok, baik rokok konvensional maupun rokok elektrik. Menurut Dokter Spesialis Paru sekaligus Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Feni Fitriani Sp.P(K), di dalam tubuh manusia ada reseptor yang disebut angiotensin converting enzyme 2 (ACE2), yaitu enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel beberapa organ seperti, paru-paru, arteri, jantung, ginjal dan usus. Pada perokok jumlah reseptor ACE2 ini lebih banyak 40 persen hingga 50 persen dibanding yang bukan perokok. Ketika virus SARS Cov-2 penyebab COVID-19 masuk ke dalam saluran pernapasan akan hinggap dan melekat pada ACE2. Makin banyak ACE2 dalam tubuh, makin besar pula virus Corona ini menempel dan masuk dalam tubuh. Penelitian di Wuhan, Tiongkok, menemukan pasien positif dan yang meninggal ternyata lebih banyak adalah perokok berat. Inilah yang menyebabkan perokok itu lebih berisiko tinggi terhadap COVID-19. (sumber : portal berita beritasatu.com).
Selain masalah pandemi, merokok juga dapat menyebabkan penyakit akibat rokok seperti gangguan pernapasan (PPOK, asma), gangguan kardiovaskuler (hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner), kanker, serta gangguan kehamilan dan reproduksi. Alhasil yang menderita penyakit seperti ini harus rutin bolak balik ke fasilitas kesehatan untuk mengendalikan penyakitnya. Repot ya? Tentunya ga cuma keluar biaya kan untuk proses ini, tetapi juga jadi boros waktu, alias jadi kurang produktif, termasuk produktifitas keluarga yang mengantar. Selain itu merokok juga mempengaruhi penampilan estetik seseorang, lho, seperti muka kusam, bibir cenderung hitam, nafas bau, serta karang gigi.
Nah….konsumsi rokok ini selain membahayakan kesehatan diri sendiri, juga dapat merugikan kesehatan orang lain yang bukan perokok lho… Data Riskesdas 2010, menunjukkan bahwa 92 juta warga Indonesia terpapar asap rokok orang lain (AROL), 43 juta diantaranya merupakan anak-anak, termasuk 11,4 juta anak usia 0-4 tahun. Padahal anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Kebayang kan kalau dari anak anak sudah terpapar asap rokok, dewasanya nanti jadi manusia yang sakit sakitan.
Data WHO 2010, Global Report on Non Communicable Disease (NCD) menunjukkan bahwa persentase kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) termasuk penyakit akibat rokok, menempati proporsi sebesar 63 %. Setiap 10 kematian, 2 diantaranya diakibatkan oleh rokok. Artinya secara umum perokok 10 tahun lebih dini meninggal dibanding bukan perokok. Ga aneh sih, karena ternyata dalam sebatang rokok, terdapat 200 bahan yang dapat menyebabkan bahaya kesehatan, 43 diantaranya dapat menyebabkan kanker. Serem kaaaaaaaan…
Situasi konsumsi rokok di Indonesia
Pada tahun 1970 konsumsi rokok di Indonesia berjumlah 30 miliar batang, sedangkan pada tahun 2009 jumlah tersebut meningkat sangat drastis menjadi 260 miliar batang atau meningkat lebih dari 700% dalam kurun waktu 40 tahun, hingga pada tahun 2015 persentase perokok laki-laki usia ≥ 15 tahun mencapai 66% jumlah penduduk (>90 juta orang).
Dan tahukah kamu, ternyata seseorang mulai merokok paling banyak mulai usia remaja, seperti kalian kalian ini. Kenapa? karena remaja adalah sasaran, remaja perokoklah yang nanti akan menjadi konsumen rokok pengganti perokok dewasa dan tua yang sudah meninggal, sehingga iklan rokok dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat remaja, bahkan di beberapa tempat masih banyak pula kegiatan remaja yang disponsori produk rokok.
Saya sudah tahu bahaya merokok, ingin berhenti, tapi kok masih sulit ya?
Hebat lho kamu sudah punya keberanian dan niat berhenti merokok. Berhenti merokok memang tidak mudah, tapi kamu pasti bisa. Ada 2 cara yang bisa kamu lakukan untuk berhenti merokok, yaitu :
Nah…kalau kamu, cara berhenti merokok yang mana yang paling memungkinkan bisa kamu lakukan?
Berikut tips 8M yang bisa kamu lakukan untuk memudahkan proses berhenti merokokmu :
Tak bisa dipungkiri, untuk menempuh cara berhenti merokok yang alami dan juga cepat, hanya satu kuncinya, yakni motivasi. Motivasi berhenti merokok harus ada jauh sebelum kamu benar-benar berhenti. Pasalnya alasan inilah yang nanti akan mencegah kamu untuk kembali mengonsumsi rokok.
Buatlah daftar alasan yang bisa mengubah hidupmu ketika kamu mencoba untuk berhenti. Buatlah alasan spesifik ataupun sederhana seperti “aku ingin berhenti merokok agar tak cepat capek ketika main futsal”, dan banyak alasan lain yang tentunya berbeda beda tiap orang.
Jadi tentukan motivasi berhenti merokokmu yang paling kuat dan berpotensi mengubah hidupmu di masa depan. Bila kamu menghadapi kendala, kamu bisa berkonsultasi ke Puskesmas Kecamatan Kembangan, kami sudah menyediakan layanan konseling berhenti merokok lho. Masih takut ke Puskesmas? Ga usah khawatir, kamu bisa konseling dahulu melalui WhatsApp, chat kami yaaaaa melalui WhatsApp Chat ALOGAES.
Upaya memotivasi diri, yuuk tonton Kisah Robby – Penderita Kanker Laring Akibat Merokok, yuuk copy link nya https://www.youtube.com/watch?v=WG-2L3fjCjk
Tetap sehat dan produktif yaa Gaes di tengah Pandemi COVID19 ini, lakukan hal yang menyenangkan dan bermanfaat di rumah. Stay Save, Stay Helthy